NAMROLE,AT-Cuaca ekstrim yang disertai hujan dan angin kencang melanda wilayah Kabupaten Buru Selatan selama dua hari terakhir, mengakibatkan jembatan di Desa Waeken, Kecamatan Fena Fafan rusak parah.
Jembatan ini merupakan satu- satunya akses yang menghubungkan masyarakat dari Desa Tifu menuju Desa Waekatin yang menjadi pusat ibukota Kecamatan Fena Fafan.
Jembatan yang terbuat dari kayu itu jebol dan menyisahkan lubang yang menganga. Kondisi ini lantaran tanah yang digunakan untuk menimbun jembatan terbawa air hujan.
Selain itu, kayu yang digunakan sebagai penyangga jembatan patah. Kondisi ini mengakibatkan jembatan ambruk dan tidak bisa dilewati oleh kendaraan roda empat maupun roda dua. Selain jembatan di Desa Waeken, jembatan di Kali Waemala juga rusak parah. Kondisi ini membuat masyarakat di desa Waeraman, Trukat dan Wailo serta Batu Karang kesulitan untuk menuju pusat kecamatan di Desa Waekatin .
Bukan hanya itu, hujan deras juga membuat puluhan rumah warga di Desa Liang, Kecamatan Leksula terendam karena meluapnya air sungai yang ada di samping desa tersebut. Hal serupa juga terjadi di Dusun Fatsinan, Desa Kmanglale, Kecamatan Namrole. Di dusun ini rumah - rumah milik masyarakat juga ikut terendam.
Camat Fena Fafan, Yakup Seleky yang di konfirmasi media ini Minggu (22/6) terkait kerusakan jembatan di desa Waeken membenarkannya.
" Memang benar, akibat curah hujan yang tinggi selama beberapa hari belakangan ini membuat jembatan di Desa Waeken ambruk dan tidak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat," akuinya.
Kondisi ini, lanjut Seleky, sangat berpengaruh terhadap arus transportasi masyarakat dari dan ke pusat Kecamatan Fena Fafan di Desa Waekatin.
"Kaluau lewat jembatan untuk saat ini seng (tidak) bisa. Kendaraan roda dua maupun roda empat harus melewati samping sungai, tetapi itu sangat membahayakan keselamatan jiwa," akuinya.
Hal yang sama pula terjadi di jembatan kali Waemala. Di kali atau sungai Waemala, masyarakat terkadang harus menyebrangi sungai tersebut. Tetapi jika kondisi banjir, tidak bisa dilewati, karena sangat berisiko untuk keselamatan," ungkapnya.
Seleky mengaku, akan membangun koordinasi dengan pihak perusahaan yang selama ini mengelola hasil hutan kayu di wilayah Kecamatan Fena Fafan untuk membantu memperbaiki jembatan tersebut.
"Karena satu- satunya akses yang harus dilalui masyarakat, maka saya akan berkoordinasi dengan pihak perusahaan untuk membantu memperbaikinya. Mudah-mudahan pihak perusahaan bisa membantu ," sebutnya.
Selain membangun koordinasi dengan pihak perusahaan, kata dia, pihaknya akan turun langsung untuk melihat kondisi jembatan yang rusak atau ambruk di Desa Waeken untuk selanjutnya disampaikan kepada pemerintah daerah kabupaten Buru Selatan.
"Saya akan turun langsung di lapangan untuk mengecek sejauh mana tingkat kerusakan untuk selanjutnya disampaikan kepada pemerintah daerah dalam hal ini Bupati La Hamidi dan Wakil Bupati Gerson Elieser Selsily maupun Sekertaris Daerah ( Sekda) Hadi Longa, " pungkasnya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Kabupaten Buru Selatan, Abas Tamher yang di konfirmasi mengaku hingga saat ini pihaknya masih menunggu laporan dari staf yang ada di tingkat kecamatan terkait kondisi cuaca ekstrim yang terjadi belakangan ini.
"Jadi sampai sekarang saya masih melakukan koordinasi dengan staf di tingkat desa maupun Kecamatan untuk mendapatkan laporan terkait kondisi cuaca yang terjadi belakangan ini. Kalau ada informasi terkait bencana akan saya sampaikan untuk dipublikasikan," janjinya.
Tamher kembali mengimbau masyarakat untuk selalu waspada di saat kondisi cuaca ekstrim masih berlangsung saat ini.
"Saya minta mayarakat untuk waspada. Bencana alam saat kondisi cuaca ekstrim saat ini kita tidak bisa prediksi. Ini untuk mengindari hal-hal yang tidak diinginkan bersama," tandasnya. (Edy)
Dapatkan sekarang