ARU,AT--Sebanyak 540 data kondisi bangunan pendidikan diserahkan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Pnyerahan tersebut berlangsung dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pusat dan Daerah Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran di Ballroom Hotel Grand Sahid Jakarta, Kamis (3/9/2026) hingga Sabtu (5/9/2026).
Rakor tersebut, diikuti kepala dinas pendidikan provinsi, kabupaten/kota, serta Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemendikdasmen dari seluruh Indonesia.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Aru, Aris F.I. Gainau, mengatakan, program revitalisasi dan digitalisasi menjadi langkah strategis pemerintah mempercepat pemerataan kualitas pendidikan, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T)
Menurutnya, program ini tidak hanya menyasar perbaikan fisik bangunan sekolah, tetapi juga penguatan infrastruktur digital seperti jaringan internet, perangkat teknologi informasi dan komunikasi (TIK), serta platform pembelajaran.
“Program ini sangat penting bagi daerah seperti Aru, terutama untuk menjawab kebutuhan sekolah-sekolah yang berada di wilayah terpencil dan memiliki keterbatasan sarana maupun akses teknologi,” ujar Gainau, lewat rilisnya yang diterima media, ini, Senin, (7/9/2026).
Ia menjelaskan, revitalisasi fisik mencakup perbaikan ruang kelas yang rusak, pembangunan laboratorium, hingga penyediaan fasilitas sanitasi yang layak, sementara digitalisasi pembelajaran diarahkan pada penyediaan perangkat seperti laptop atau Chromebook serta penguatan akses internet bagi sekolah-sekolah di wilayah terpencil.
Selain infrastruktur, peningkatan kapasitas guru dan tenaga kependidikan juga menjadi bagian penting dalam program ini, dengan harapan guru memperoleh pelatihan agar mampu memanfaatkan ekosistem pembelajaran digital secara optimal.
Dalam Rakor tersebut, Gainau juga menyerahkan langsung surat Bupati Kepulauan Aru mengenai kondisi 540 bangunan bidang pendidikan kepada Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto.
Dijelaskan, data tersebut menunjukkan kondisi riil sarana pendidikan di Kabupaten Kepulauan Aru, dengan tingkat kerusakan meliputi kategori rusak berat, sedang, hingga ringan.
“Kami menyampaikan secara langsung kondisi riil bangunan pendidikan di Aru. Ada 540 bangunan yang membutuhkan perhatian, dengan tingkat kerusakan yang berbeda-beda. Harapannya, ini dapat ditindaklanjuti melalui program revitalisasi,” katanya.
Ia berharap data tersebut menjadi bahan pertimbangan pemerintah pusat dalam menetapkan prioritas dukungan revitalisasi satuan pendidikan di Kabupaten Kepulauan Aru. (*)
Dapatkan sekarang