Dampak Kemarau Panjang, Warga Leksula Krisis Air Bersih
FaizalLestaluhu
24 Nov 2023 12:17 WIT

Dampak Kemarau Panjang, Warga Leksula Krisis Air Bersih

NAMROLE,AT-Dampak kemarau panjang di Indonesia, termasuk di Buru Selatan tahun ini sungguh dirasakan warga. Bukan hanya cuaca yang bisa mencapai 37 derajat Celcius atau bahkan lebih, namun juga krisis air bersih di wilayah tersebut.

Hampir dua bulan lebih ini, masyarakat yang berdomisili di Desa Leksula, Kecamatan Leksula, Kabupaten Buru Selatan sangat kesulitan untuk mendapatkan air bersih.  

Masyarakat yang awalnya hidup berlimpah air bersih saat ini sangat menderita dan terancam krisis air bersih. Mereka harus bekerja keras untuk mendapatkan air bersih.    

Informasi yang diperoleh media ini bahwa, sebagian masyarakat saat ini sudah mengambil langkah untuk menggali sumur bor atau sumur resapan untuk mendapatkan  air bersih. Selain menggali sumur resapan, sumur-sumur milik masyarakat yang dulunya dipergunakan sebagai tempat mengambil air minum harus difungsikan kembali. 

Kondisi ini disebabkan debit air di Perusahan Air Minum (PAM) yang ada  di Desa Leskula mengalami penurunan yang sangat mencolok. Pipa air yang biasanya digunakan untuk mendistribsuikan air ke masyarakat dalam wilayah Kota Leksula yang awalnya  berjalan normal,  saat ini tidak terisi penuh, karena menurunnya debit air.

Masyarakat yang tinggal di daerah dataran rendah bisa mendapatkan air bersih dari PAM,  tapi  harus berebutan. Sementara warga yang tinggal di dataran tinggi harus berjalan kaki beberapa kilo meter ke wilayah yang rendah untuk mengambil air. 

Saat ini, ada 4000 jiwa lebih yang tinggal di Desa Leksula. Bila kondisi kemarau terus terjadi, otomatis  ribuan masyarakat yang ada di puat kota kecamatan leksula itu terancam krisis air bersih. 

Camat Leksula, Viktor Lesnussa yang dikonfirmasi pers, membenarkan kondisi tersebut.

"Saat ini masyarakat di desa Leksula Kecamatan Leksula sedang mengalami krisis air bersih,” akuinya.

Viktor menjelaskan, krisis air ini dikarenakan kemarau panjang yang melanda wilayah Maluku termasuk wilayah Buru Selatan. Akibatnya  debit air berkurang.

“Masyarakt yang tinggal di daerah yang tinggi harus datang ambil air di daerah yang  dataran rendah dimana air mengalir,” akuinya.

Jika kondisi ini terus berlanjut hingga bulan Desember, Lesnussa memastikan masyarakat di Kota Leksuala akan mengalami  krisis air bersih yang sangat parah.

“Karena saat ini sebagian masyarakat sudah mengambil langkah-langkah alternatif dengan menggali sumur resapan. Mereka kuatir kondiisi kemarau panjang  terus berlanjut dan akan berdampak  terhadap ketersedian air bersih,” ujarnya.

Pemerintah kecamatan, kata Lessnusa, tidak bisa berbuat banyak. Karena yang terjadi ini  akibat dari kemarau panjang.

“Kalau debit air menurun karena pipa bocor  atau hal lain, pasti akan segera di tangani oleh pengelola PAM. Tetapi ini karena alam, sehingga  harus memaklumi dan menerima kenyataan ini dan kita harus berdoa. Mudah-mudahan kondisi ini bisa secepatnya teratasi dengan adanya perubahan iklim atau terjadi hujan dalam beberapa hari kedepan," pungkasnya. (SE) 

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai