NAMROLE,AT-Realiasi pengunaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan Tahun 2023 belum juga dilakukan hingga akhir Mei.
Kondisi ini akan berpengaruh terhadap waktu pekerjaan di lapangan, terutama untuk DAK yang bersentuhan langsung dengan pembangunan fisik. Minimal jika proses pembangunan fisik dengan menggunakan anggaran DAK bisa selesai tepat waktu, maka paling terlamabt realsiasi anggaran untuk DAK fisik sudah harus berjalan bulan Februari atau Maret 2023 lalu.
Belum lagi jika dicairkan dalam kurun waktu bulan Juni dan Juli, maka pembangunan fisik dengan menggunakan anggaran DAK, belum bisa dilakukan karena bertepatan dengan musim hujan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Buru Selatan , Ali Soulisa yang dikonfirmasi koran ini membenarkan hal tersebut.
“Untuk DAK tahun 2023 sampai sekarang belum ada realisasi sepersenpun,” ujarnya kepada pers diruang kerjanya Selasa (30/5) siang.
Saat ini, kata dia, berbagai persiapan administrasi sementara dilakukan untuk pengajuan pencairan anggaran DAK Tahun 2023 untuk diusulkan ke pemerintah daerah.
“ Kita sementara siapkan semua berkas administrasinya untuk diusulkan pencairan . Mudah-mudahan paling lambat Juni atau Juli realisasi pencairan anggaran DAK tahun 2023 sudah bisa dilakukan,” sebutnya.
Orang nomor satu di Dinas Pendidikan Kabupaten Buru Selatan ini juga mengaku tidak tau perihal keterlambatan realsiasi anggaran DAK Tahun 2023. Tapi, hal ini sangat memengaruhi realsiasi untuk tahap-tahap berikutnya.
“Saya tidak tau kenapa sampai terlambat. Yang pasti saat ini kita masih siapkan berkasnya untuk diusulkan untuk pencairan tahap pertama,” kata Soulisa sembari menambahkan besaran anggaran DAK Tahun 2023 ini menyentuh angka Rp 13 Miliar rupiah dan semuanya untuk membiayai pembangunan fisik dan non fisik. (ESI)
Dapatkan sekarang