NAMROLE,AT-Bupati Buru Selatan La Hamidi meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terkait dengan kondisi cuaca ekstrim yang saat ini melanda wilayah Buru Selatan. Hal ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan bersama termasuk jatuhnya korban jiwa dan harta benda. Demikian permintaan ini disampaikan La Hamidi kepada pers di ruang kerjanya, kemarin.
Lanjut La Hamidi, kondisi cuaca ekstrim baik itu di laut maupun di darat sangat rentan terhadap bencana alam apakah itu banjir, longsor maupun kecelakaan. Olehnya itu untuk masyarakat yang akan melakukan aktivitas dilaut dengan mengunakan sarana transportasi laut, apakah itu loangboad, speedboad dan juga kapak-kapal untuk dapat memperhatikan kondisi cuaca.
"Untuk wilayah laut, jika kondisi cuaca ekstrim atau kondisi cuaca buruk, maka aktivitas pelayaran harus ditunda atau dihentikan sementara waktu, sambil menunggu kondisi cuaca membaik," ingatnya.
Menurutnya, kondisi alam atau cuaca sulit untuk diprediksi. Karena saat pagi atau siang hari, kondisi cuaca membaik dan ada masyarakat yang menggunakan transportasi laut untuk bepergian apakah itu dari Namrole ke Leksula, Kepala Madan, maupun Namrole ke Ambalau. Namun dalam perjalanan, kondisi cuaca berubah dan ini sering kali dialami masyarakat atau pengguna transportasi laut.
"Kasus kecelakaan laut tiga kali dalam kuran waktu dua bulan terakhir ini kan seperti itu. Dalam perjalanan tiba-tiba cuaca ekstrim dan menyebabkan longbood atau speedboad dihantam gelombang dan tenggelam, yang mengakibatkan kerugian harga benda dan kehilangan nyawa," terangnya.
Dari itu, La Hamidi berharap sungguh kepada masyarakat dan pemilik transportasi baik darat maupun laut untuk tetap waspada.
"Perhatikan kondisi cuaca bila perlu pantau kondisi cuaca yang dikeluarkan instansi resmi terkait sehingga bisa menjadi acuan dalam melaksanakan aktivitas baik itu di darat maupun di laut," tegasnya menutup pembicaraan. (Edy)
Dapatkan sekarang