Cuaca Buruk, Dua Kapal di Namrole Tunda Keberangkatan
KMP Tanjung Kabat dan Cantika Lestari 5E tak bisa bertolak ke Ambon akibat cuaca buruk---Edy/Ameks
FaizalLestaluhu
01 Jun 2023 19:20 WIT

Cuaca Buruk, Dua Kapal di Namrole Tunda Keberangkatan

NAMROLE,AT- KMP Tanjung Kabat dan KM Cantika Lestari 5E terpaksa menunda keberangkan dari Namrole menuju Ambon akibat kondisi cuaca buruk disertai gelombang tinggi yang mencapai 4 meter. 

KMP Tanjung Kabat yang melayari rute Ambon- Ambalau- Namrole- Leksula- Wasasi dan Biloro pergi pulang (PP) seyogianya harus bertolak dari Pelabuhan Namrole ke Ambon Rabu ( 31/5) malam. Hanya saja karena kondisi cuaca ekstrim yang diikuti dengan adanya larangan berlayar, membuat kapal yang dikelola PT Bipolo Gidin itu tidak bisa diberangkatkan oleh petugas pelabuhan. 

Hal yang sama juga terjadi untuk KM Cantika Lestari 5E. Kapal yang di kelola PT Dharma Indah dengan rute Ambon- Ambalau- Namrole- dan Leksula seyogianya harus bertolak dari pelabuhan Namrole Rabu (31/5) pukul 11:00 WIT. Hanya saja akibat kondisi cuaca ekstrim yang di sertai larangan berlayar maka kapal harus tertahan di pelabuhan Namrole.

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Namrole, Johanis Paliayama yang di konfirmasi koran ini di sela- sela peringatan hari Lahir Pancasila 1 Juni 2023 membenarkan hal tersebut.

"Memang benar karena kondisi cuaca ekstrim ada dua kapal yang tidak bisa diberangkatkan menuju pelabuhan Ambon," ungkapnya. 

Paliayama  mengatakan, sesuai informasi terbaru, kondisi cuaca ekstrim berlangsung  hingga  6 Juni 2023 mendatang.

"Informasi terbaru yang saya terima itu cuaca ekstrim itu akan terjadi dalam beberapa hari kedepan, " terangnya.

Pihaknya, kata dia,  akan tetap berpatokan pada surat atau informasi yang di keluarkan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG)  dan juga otoritas pelabuhan di Ambon.

"Koordinasi tetap kita lakukan. Jika kondisi cuaca memungkinkan, maka kapal bisa diberangkatkan. Sebaliknya, kondisi cuaca tidak memungkinkan maka kapal tidak akan diberangkatkan, karena  berkaitan dengan keslamatan penumpang dan barang," tegasnya.

Sementara, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah  (BPBD) Kabupaten Buru Selatan, Hady Longa meminta masyarakat yang melakukan aktifitas dilaut, darat maupun udara untuk selalu meningkatkan kewaspadaan.

"Jangan memaksakan kehendak untuk melakukan aktivitas bila kondisi cuaca tidak mendukung. Perhatikan dan lihat terus informasi cuaca yang disampaikan instansi terkait atau BMKG.  Ini terkait keslamatan kita semua," ingatnya.

Kepada masyarakat yang tinggal dekat bantaran sungai dan lereng gunung dan bukit serta pesisir pantai untuk tetap waspada.

"Jika kondisi tidak menguntungkan dan berbahaya maka segera mengungsi jika itu harus dilakukan, " pungkasnya. (ESI).

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai