AMBON,AT-Berbagai upaya terus dilakukan oleh jajaran pihak Kepolisian, guna mencegah dan meminimalisir terjadinya konflik antar warga akibat persoalan tapal batas desa. Salah satunya yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Desa Waepure, Kecamatan Air Buaya, Kabupaten Buru, Bripka Is Wahyudi Tihurua.
Menurut Tihurua, persoalan tapal batas antara tiga desa bertetangga yakni, Desa Waepure, Wasbakat, dan Waemangit, Kecamatan Air Buaya.
"Kita tahu sendiri bahwa salah satu penyebab konflik antar kampung di Provinsi Maluku, adalah persoalan tapal batas antar desa, dan tidak menutup kemungkinan juga terjadi Buru. Untuk itulah, saya bersama Babinsa, melakukan mediasi terhadap para tokoh dan tiga kepala desa tersebut untuk menyelesaikan persoalan tapal batas desa," kata Tihurua kepada media ini, Kamis (27/7).
Menurutnya, mediasi itu dilakukan di Kantor Desa Waemangit, dalam rangka pembahasan tapal batas wilayah atau teritorial desa.
"Kita mencoba melakukan pertemuan untuk mediasi (ketiga desa tersebut), dan Alhamdulillah masyarakat bersedia," terangnya.
Saat pertemuan tersebut, lanjut dia, warga Desa Waemangit dan Desa Waepure, sepakat untuk tapal batas antar kedua desa tersebut berdasarkan ketetapan yang dilakukan oleh pemerintah desa, tokoh adat serta tokoh masyarakat.
"Akan tetapi tapal batas antara Desa Waemangit dan Desa Wasbakat, di karenakan antara tokoh adat desa Wasbakat dan Pemerintah desa Waemangit, serta tokoh adat masih tarik ulur, tentang tanah adat sehingga diberi kesempatan untuk mengecek langsung di lapangan," ungkap dia.
Dikatakan, dari hasil keputusan tersebut membuat pihaknya langsung melakukan pengukuran tapal batas antar ketiga desa tersebut
"Sehingga awal pekan kemarin, kedua kepala desa, perangkat desa dan melibatkan tokoh adat, tokoh masyarakat, serta didampingi oleh Bhabinkamtibmas Desa Waepure dan Babinsa Desa Waemangit, dilakukan pengukuran tapal batas wilayah Desa Administrasi Waemangit dan Desa Waepure," bebernya.
Tihurua mengaku, saat pengukuran tapal batas yang di laksanakan, terjadi sedikit perlawanan oleh salah satu masyarakat yang sudah terlanjur membeli sebidang tanah, tapi bisa di selesaikan secara baik di bantu Babinsa serta kedua kepala desa.
"Sehingga pengukuran tapal batas untuk pembuatan gapura desa bisa berjalan dengan aman, dan tertib," kunci Tihurua. (AHA).
Dapatkan sekarang