AMBON, AT.--Kriteria rektor Rektor Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon ideal mulai dibedah oleh kalangan dosen. Mulai dari mampu meningkatkan kualitas lulusan, membangun relasi internasional hingga menguasai bahasa Inggris.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Ambon Ekspres dari kalangan sivitas akademika Unpatti, ada lima nama yang disebut-sebut bakal berebut tampuk pimpinan di kampus tersebut. Mereka adalah dekan Fakutas Hukum Dr. Rory Jeff Akyuwen, S.H., M.Hum, Dekan Fakultas MIPA Prof. Dr. Pieter Kakisina, S.Pd. M.Si, Wakil Rektor I (Bidang Akademik) Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, Wakil Rektor III (Bidang Kemahasiswaan dan alumni) Dr. Yusuf Madubun, M.Si, Wakil Rektor IV (Bidang Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Sistem Informasi) Dr. Muspida, M.Si.
Kelima figur ini memiliki kemampuan akademik yang tak diragukan lagi. Namun, untuk membawa Unpatti agar lebih berkembang lagi, dibutuhkan orang yang memiliki visi dan misi yang terukur dan realistis.
Terkait hal ini, sejumlah dosen memiliki pendapat berbeda-beda. Dekan Fakultas Teknik Unpatti, Dr. Ir. Wolter Roberth Hetharia, M.App.Sc mengatakan, sosok figur rektor yang akan menahkodai Unpatti periode 2023-2027 diharapkan dapat berbahasa inggris dengan baik dan lancar.
"Kenapa hal ini sangat penting? dikarenakan bahasa Inggris merupakan bahasa universal. Sehingga dibutuhkan dalam berkomunikasi dengan lembaga perguruan tinggi lain dari luar negeri," katanya kepada Ambon Ekspres, Minggu (5/2).
Selain itu, calon rektor Unpatti ke depan, kata Hetharia, harus juga memiliki relasi dengan pemangku kepentingan (stakeholder) level nasional bahkan internasional agar kampus tertua di Maluku ini bisa dikenal di luar negeri.
"Selain itu, calon rektor harus punya visi global, dimana Tri Dharma Perguruan Tinggi harus diimplementasikan pada tingkat nasional serta internasional. Untuk bidang pendidikan, maka harus ada staf dosen yang mengajar pada level nasional dan internasional. Hal yang sama untuk bidang penelitian dan kerja sama," paparnya.
Dia menambahkan, calon rektor juga harus sanggup meningkatkan kualitas lulusan dan membangun kerja sama dengan stakeholder dari berbagai institusi pemerintah, swasta dan dunia industri.
"Sarana prasarana di universitas perlu diadakan untuk menunjang unsur Tri Dharma. Output lulusan harus mampu bersaing untuk studi lanjut. Jika konsep ini dijalankan dengan baik maka ranking universitas akan naik, dan secara otomatis. Dan terakhir, harus mendukung program pemerintah daerah maupun pusat," jelasnya.
Dekan Pertanian Unpatti, Dekan Fakultas Pertanian, Prof. Dr. Ir. A. E. Pattiselanno, M.Si, mengatakan, sosok figur calon rektor harus dapat meningkatkan penghasilan (income) baik yang berasal dari regional, nasional maupun internasional. "Sehingga universitas tidak bergantung hidup dari Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP)," ujarnya.
Walaupun Unpatti sudah menyandang status Badan Layanan Umum (BLU), kata dia, tetapi saja saja karena masih mengharapkan SPP. “Perguruan tinggi BLU secara sederhana adalah perguruan tinggi yang sudah memiliki sedikit fleksibilitas untuk mengelola organisasi terutama pengelolaan anggaran dan keuangan.Namun, bagi saya tetap saja masih mengharapkan SPP dari mahasiswa," imbuhnya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Hukum, Dr. Rory Jeff Akyuwen, S.H., M.Hum, yang bakal ikut dalam pencalonan rektor periode 2023-2027 belum berkomentar banyak. "Tunggu saja saatnya, saya akan berikan tanggapan soal ini," singkatnya.
Berbanding terbalik dengan kandidat calon rektor lainnya, Prof. Dr. Pieter Kakisina. Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (F-MIPA) Unpatti ini mengatakan, seorang rektor itu harus punya pengalaman dalam tata kelola dan manajemen yang telah terbukti melalui kinerjanya yang dirasakan oleh civitas akademika. "Dan mampu membawa Unpatti mencapai universitas yang unggul," tutupnya.
Siap Bertarung
Diberitakan sebelumnya, Prof. Dr. P. Kakisina, S.Pd., M.Si, dan Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy telah menyatakan sikap akan bertarung merebut tampuk pimpinan di Unpatti. Pengalaman dan kapasitas yang dimiliki, membuat Kakisana terpanggil untuk maju lagi.
“Saya sudah menjabat sebagai dekan dua periode. Dan sebelumnya, saya juga sudah pernah ikut dalam ajang bakal calon rektor di tahun 2019 lalu. Hal tersebut menjadi pelajaran penting bagi saya untuk ikut lagi dalam agenda tersebut," katanya kepada Ambon Ekspres di ruang kerjanya, Selasa (17/1) lalu.
Kakisina bertekad memajukan Unpatti menjadi lebih baik lagi. "Karena saat ini Unpatti telah menyandang status Badan Layanan Umum (BLU). Sehingga harus diatur dengan baik. Dan saya akan melanjutkan estafet yang ditinggalkan oleh rektor sebelumnya," ujarnya, optimis.
Wakil Rektor I (Bidang Akademik) Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd juga berkeinginan maju berebut kursi rektor Unpatti untuk periode 2024-2027 nanti. Ia akan mengikuti aturan dan setiap tahapan yang ditetapkan oleh senat.
"Memang betul, saya akan maju dengan segudang pengalaman dan tanggung jawab yang sudah ada. Saya siap maju," singkat Leiwakabessy, kemarin.
Berbeda dengan dua Guru Besar tersebut, Wakil Rektor IV (Bidang Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Sistem Informasi) Dr. Muspida, M.Si belum memberikan kepastian. Ia beralasan, menuntaskan dulu pekerjaan yang masih diemban hingga saat ini.
"Ketika nanti sudah diberi jalan oleh rektor yang sekarang untuk maju, saya akan maju. Jadi saya tunggu sinyal saja dulu," katanya.
Lima Nama Menguat
Selain Kakisina dan Leiwakabessy, tiga nama lainnya digadang-gadang bakal ikut bertarung. Mereka adalah dekan Fakutas Hukum Dr. Rory Jeff Akyuwen, Wakil Rektor III (Bidang Kemahasiswaan dan alumni) Dr. Yusuf Madubun, M.Si, dan Wakil Rektor IV (Bidang Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Sistem Informasi) Dr. Muspida, M.Si.
“Lima nama itu yang disebut-sebut akan maju sebagai calon rektor,”kata seorang dosen yang tidak mau namanya disebutkan.
Pieter Kakisina dan Rory Jeff Akyuwen bukan nama baru dalam bursa kandidasi rektor Unpatti. Pada pemilihan rektor 2019, keduanya bersaing dengan sejumlah bakal calon lainnya, termasuk Saptenno.
Kala itu, Rory Jeff Akyuwen hanya sampai pada bakal calon dengan memperoleh 8 suara dari 71 pemilik suara di senat. Sementara Kakisina yang meraih 9 suara akhirnya lolos dan bersaing dengan dua calon lainnya, yakni Saptenno yang mengumpulkan 30 suara, dan Prof. Dr. Ir Alex.S.W Retraubun MSC 19 suara, di Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Kemenristekdikti akhirnya menetapkan Prof. Saptenno sebagai rektor Unpatti periode 2020-2024.
"Kita lihat nanti, siapa saja yang mencalonkan diri sebagai rektor untuk periode 2023-2027. Karena posisi rektor sangat menguntungkan sekali. Dimana posisinya sejajar dengan gubernur,"tutup dosen tersebut. (lms)
Dapatkan sekarang