NAMROLE,AT-Pemerintah Kabupaten Buru Selatan membutuhkan anggaran sebesar Rp 15 miliar untuk menyelesaikan pembangunan Masjid Raya di Kota Namrole. Hingga tahun 2003 kemarin, total anggaran yang telah digelontorkan untuk membangun rumah ibadah umat islam di pusat Kota Namrole Kabupaten Buru Selatan itu sebanyak Rp 24 miliar. Sementara tahun 2024 atau tahun ini, tidak ada alokasi anggaran untuk membangun masjid tersebut.
"Jadi untuk menyelesaikan pembangunan Masjid Raya Bursel, kita masih butuh anggaran sebesar Rp 15 miliar. Sekarang ini proses pembangunannya sudah ada pada tahap V dengan menghabiskan anggaran sebesar Rp 24 Miliar," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang ( PUPR) Kabupaten Buru Selatan, Jefri Hungan saat di konfirmasi media ini,kemarin.
Hungan yang juga mantan kepala Bidang Bina Marga ini mengungkapkan, saat ini pekerja pembangunan Masjid Raya sementara berjalan dengan menggunakan anggaran tahun 2023. Hal ini dikarenakan kontrak kerja dengan PT Siola yang menangani pekerjaan pembangunan massjid tersebut dilakukan September 2023.
"Memang pekerjaannya terlambat karena kontrak kerja yang dibuat sudah September. Selain itu bahan- bahan untuk pembangunan masjid harus didatangkan dari pulau Jawa, salah satunya kuba masjid," ungkapnya.
Selain itu, kata Hungan, keterlambatan tender proyek pembangunan masjid menjadi kendala dalam proses penyelesaian pekerjaan untuk tahun anggaran 2023.
"Terlambatnya karena proses tender. Ada dua item pekerjaan yakni pemasangan kuba masjid dan juga pekerjaan fisik lainnya di masjid tersebut. Olehnya itu, kontraktor yang menangani pekerjaan fisik mesjid juga harus memahami pemasangan kuba, karena satu anggaran. Ini juga faktor yang memengaruhi keterlambatan pekerjaan di tahun anggaran 2003," sebutnya.
Ditanya apakah di tahun anggaran 2025 proses pembangunan masjid bisa rampung? Hungan mengaku, semuanya tergantung alokasi anggaran yang tersedia.
"Sekarang ini kan anggaran yang kita butuh Rp 15 miliar. Tapi semuanya tergantung dengan waktu pekerjaan dan ketersedian anggaran. Tahun ini saja tidak ada alokasi anggaran untuk pembangunan. Jika lama maka akan berpengaruh terhadap harga barang yang berdampak kepada ketersediaan anggaran. Sekarang kan sudah finising sehingga semua barang harus didatangkan dari luar atau non lokal. Semua tergantung dari ketersedian keuangan daerah," kuncinya. (Edy)
Dapatkan sekarang