NAMROLE, AT-Pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Buru Selatan merespons positif rencana Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian yang akan menjadikan daerah tersebut sebagai pusat hilirisasi ubi kayu di Maluku. Lahan ribuan hektare pun mulai disiapkan.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Buru Selatan (Bursel), Shafrudin Zaid, mengatakan bahwa untuk menyukseskan program hilirisasi ubi kayu ini, pihaknya sudah bergerak melakukan sosialisasi kepada masyarakat petani. Distan Bursel juga telah melakukan penetapan Calon Petani dan Calon Lahan (CPCL).
"Alhamdulillah, semua itu sudah kita koordinasikan dengan pejabat di tingkat desa," ujar Shafrudin seperti dikutip dari harian Ambon Ekspres, Kamis (11/6).
Shafrudin mengatakan luas lahan untuk program hilirasi ubi kayu atau singkong mencapai kurang lebih 2.000 hektare (ha).
"Memang untuk lahan awal dibutuhkan kurang lebih 2.000 ha. Namun, jika ke depan dikembangkan untuk Bioetanol, maka keseluruhan lahan yang harus disiapkan mencapai kurang lebih 10.000 ha," sebutnya.
Ribuan hektare lahan ini, lanjut Shafrudin, akan dibagi ke 6 kecamatan di wilayah Kabupaten Buru Selatan, yakni Kecamatan Kepala Madan, Leksula, Fena Fafan, Namrole, Waesama, dan Ambalau.
"Jika lahan sudah siap, maka akan diberikan bantuan peralatan mesin untuk pembongkaran lahan, yang kemudian diikuti dengan bantuan stek ubi kayu dari Kementerian Pertanian," jelasnya.
Terkait status lahan, Shafrudin mengaku tidak ada masalah karena sosialisasi intensif telah dilakukan oleh pemerintah daerah bersama pemerintah desa dan kecamatan. Dengan demikian, data lahan yang akan digunakan sudah rampung.
"Saya optimis dengan segala persiapan yang ada, program ini akan berjalan dengan baik, aman, dan sukses di Buru Selatan. Ini langkah baik yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Insyaallah program ini sukses, dan kita butuh dukungan semua pihak, baik dari tingkat desa maupun kecamatan," pungkasnya.(Edy)
Dapatkan sekarang