MASOHI, AT. – Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, menegaskan komitmennya membuka keterisoliran akses menuju Negeri Pegunungan Urjen, Kecamatan Seram Utara, yang hingga kini masih sulit dijangkau.
Harapan itu ia sampaikan dalam video conference tiga arah bersama Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, serta warga dan pelajar Negeri Pegunungan Manusela.
Dalam kesempatan itu, Zulkarnain mengungkapkan kondisi masyarakat yang masih harus berjalan kaki selama 4–5 hari untuk mencapai Negeri Pegunungan.
“Hari ini, jalan ke Negeri Pegunungan masih harus ditempuh dengan berjalan kaki. Butuh lima hari, paling cepat empat hari empat malam. Belum lagi di sana tidak ada listrik,” ungkapnya. Minggu (17/8).
Bupati Malteng menegaskan, pembangunan akses jalan menjadi pekerjaan besar yang membutuhkan dukungan pemerintah provinsi.
“Saya dengan sekuat tenaga akan membuka keterisoliran ini. Pak Gubernur, saya butuh dukungan kuat agar anak-anak kita bisa merasakan kemerdekaan sejati,” tegas Zulkarnain.
Menanggapi hal itu, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa memastikan pemerintah provinsi hadir untuk masyarakat di wilayah pegunungan.
“Saya lihat kalian punya mimpi yang tinggi di tengah keterbatasan akses. Hari ini saya katakan, kalian tidak sendiri. Pemerintah akan hadir untuk kalian,” ujarnya.
Selain pembangunan infrastruktur, Gubernur juga menegaskan dukungan terhadap program sekolah jarak jauh agar anak-anak di wilayah pegunungan maupun pulau-pulau dapat mengakses pendidikan lebih baik.
“Kami mendukung kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk menerapkan sekolah jarak jauh yang menghubungkan anak-anak negeri ini dengan pendidikan yang layak,” tutupnya. (Jen)
Dapatkan sekarang