Bersama Istri, Bupati Hadiri Budaya Ma’atenu Pakapita Matasiri di Pelauw
Didampingi istri, Betty Epsilon Idroos, Sekda Malteng, Rakib Sahubawa, Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir hadiri budaya Ma’atenu Pakapita Matasiri, di Negeri Pelauw, Kecamatan Pulau Haruku. 
AdminRedaksi
06 Nov 2025 18:02 WIT

Bersama Istri, Bupati Hadiri Budaya Ma’atenu Pakapita Matasiri di Pelauw

MASOHI, AT. – Bersama istri, Betty Epsilon Idroos, Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir hadiri pagelaran budaya Ma’atenu Pakapita Matasiri, di Negeri Pelauw, Kecamatan Pulau Haruku. 

Turut mendampingi, Sekretaris Daerah, Rakib Sahubawa, Plt. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Sukri serta sejumlah pimpinan OPD. Kamis (6/11). 

Pagelaran budaya Ma’atenu Pakapita Matasiri dengan tema ragam gerak satu jiwa maningkamu, menjadi ruang perjumpaan yang hangat bagi masyarakat dalam merayakan kekayaan budaya serta mempererat persaudaraan. 

Bupati Zulkarnain Awat Amir menekankan bahwa tradisi adalah pilar penting yang harus terus dijaga dan diwariskan.

“Budaya bukan sekadar tontonan, tetapi roh kehidupan masyarakat kita. Di dalamnya ada nilai persaudaraan, keberanian, penghormatan kepada leluhur, dan cinta kepada tanah ini,” tegas Bupati.

Pagelaran budaya, katanya, menjadi ruang bagi generasi muda untuk memahami akar budaya mereka, sekaligus menjaga keberlanjutan identitas daerah di tengah arus modernisasi.

“Jika budaya hilang, maka hilang juga jati diri kita sebagai orang Maluku Tengah. Karena itu, setiap tradisi yang kita rayakan hari ini adalah upaya menjaga masa depan,” ujarnya. 

Bupati juga mengapresiasi masyarakat Pelauw yang selalu menjadi contoh dalam menjaga nilai-nilai adat dan kebersatuan.

“Masyarakat Pelauw telah menunjukkan bahwa kebersamaan adalah kekuatan terbesar kita. Ma’atenu Pakapita Matasiri bukan hanya milik Pelauw, tapi menjadi kebanggaan seluruh Maluku Tengah,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Daerah akan terus mendukung kegiatan pelestarian seni dan budaya di seluruh wilayah.

“Pemerintah hadir untuk memastikan bahwa tradisi adat kita terus hidup, dinamis, dan menjadi kekuatan pembangunan daerah,” kata Bupati.

Gelaran budaya ini menghadirkan beragam atraksi seni, tarian tradisional, serta ritual adat yang menggambarkan sejarah panjang Pelauw dalam mempertahankan kearifan lokal. 

Semangat kebersamaan tampak jelas, memperlihatkan bagaimana budaya menjadi jembatan memperkuat hubungan sosial masyarakat.

Pagelaran Ma’atenu Pakapita Matasiri menjadi penegas bahwa Maluku Tengah tidak hanya kaya pesona alam, tetapi juga memiliki peradaban budaya yang tumbuh, hidup, dan terus diwariskan lintas generasi. (Jen).

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai