MASOHI, AT. – Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, kembali memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah pusat melalui kunjungan kerja ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI.
Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk membahas sejumlah agenda strategis yang berkaitan dengan pengembangan ekonomi, hilirisasi sumber daya alam, serta ketahanan energi di Kabupaten Maluku Tengah.
Bupati Zulkarnain Awat Amir diterima Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM sekaligus Sekretaris Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional, Prof. Dr. Ahmad Erani Yustika.
Dalam pertemuan itu, sejumlah program prioritas Maluku Tengah menjadi perhatian, di antaranya optimalisasi Kota Terpadu Mandiri (KTM) dan Sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM), percepatan pembangunan industri pengolahan komoditas kelapa dan pala, serta pengembangan energi panas bumi.
Pembangunan industri pengolahan kelapa dan pala ditargetkan mulai berjalan pada Oktober 2026. Program ini diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan daerah, sehingga hasil produksi masyarakat tidak hanya dipasarkan sebagai bahan mentah.
Sementara itu, pengembangan PLTP Banda Baru–Sepa juga menjadi salah satu agenda penting. Proyek tersebut berkaitan dengan potensi panas bumi di Pulau Seram yang sebelumnya telah mendapat perhatian pemerintah pusat.
Kementerian ESDM pada 2025 menyebut Banda Baru memiliki potensi pengembangan PLTP hingga 25 MW dan masuk dalam agenda pengembangan panas bumi nasional.
Bupati Zulkarnain menegaskan, penguatan komunikasi dengan pemerintah pusat diperlukan agar berbagai potensi yang dimiliki Maluku Tengah dapat diterjemahkan menjadi program pembangunan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Kita tidak ingin potensi Maluku Tengah hanya menjadi angka dan data. Potensi kelapa, pala, panas bumi, maupun sektor lainnya harus kita dorong menjadi kekuatan ekonomi yang memberikan nilai tambah dan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Zulkarnain. Rabu (16/9/2026).
Menurutnya, pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan potensi sumber daya alam. Diperlukan dukungan infrastruktur, investasi, teknologi, sumber daya manusia, serta kebijakan pemerintah yang mampu menghubungkan potensi daerah dengan pasar dan industri.
“Yang kita perjuangkan adalah bagaimana sumber daya yang ada di daerah dapat diolah di daerah, membuka ruang usaha, menciptakan lapangan kerja dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Maluku Tengah,” pungkasnya.
Pengembangan energi panas bumi juga dinilai memiliki arti penting bagi penguatan sistem energi di Maluku. Kementerian ESDM sebelumnya menyebut sistem kelistrikan Maluku masih sangat bergantung pada energi fosil dan mendorong pengembangan energi baru terbarukan, termasuk potensi panas bumi Banda Baru di Pulau Seram.
Pemkab Maluku Tengah berharap komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah pusat tersebut dapat berlanjut pada dukungan konkret terhadap berbagai program strategis daerah.
Langkah itu sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah membangun konektivitas antara potensi sumber daya alam, hilirisasi industri, energi, investasi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (AJ).
Dapatkan sekarang