NAMROLE,AT.--Anggota DPRD Buru Selatan dari Partai Demokrat, Ismail Loilatu marah. Ia membalikkan meja saat rapat paripurna Penyampaian Nota Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Bupati tahun anggaran 2021, Rabu (15/6).
Ia melakukan aksi itu lantaran Bupati Buru Selatan, Safitri Malik Soulisa, Wakil Bupati Gerson Elizier Selsily, dan Sekretaris Daerah Iskandar Walla absen di rapat penting tersebut. Rapat dipimpin Wakil Ketua I Jamatia Booy didampingi Wakil Ketua II La Hamidi.
Ada dua agenda yang dilakukan DPRD. Pertama, paripurna penutupan masa sidang II dan pembukaan masa sidang III tahun sidang 2022. Dua agenda tersebut berjalan aman dan lancar.
Namun, saat memasuki paripurna penyampaian Nota LPJ Bupati tahun 2021, interupsi datang dari Vence Titawael, wakil rakyat partai Golkar. Titawael kecewa karena tidak dihadiri bupati, wakil bupati maupun sekda.
" Saya kira paripurna penyampaian nota LPJ ini penting. Kenapa paripurna ini tidak dihadiri oleh bupati? Kalau tidak ada bupati, minimal wakil bupati atau Sekda. Masa Asisten II yang diutus," keluhnya.
Wakil Ketua II DPRD Bursel, La Hamidi yang memimpin sidang, langsung menanggapi Vence.
"Jadi masalah bupati atau wakil bupati yang tidak hadiri ini karena keduanya punya agenda penting yang tidak bisa diwakili. Olehnya itu Asisten II Ibrahim Banda diutus pemerintah daerah untuk hadir dalam paripurna," jelas Hamidi.
Tapi Ismail Loilatu tidak menerima penjelasan La Hamidi. Menurut dia, rapat paripurna harus dihadiri bupati dan wakil bupati, atau paling tidak sekda.
"DPRD ini lembaga resmi. Olehnya itu setiap paripurna minimal dihadiri oleh bupati atau wakil bupati. Kenapa pariurna tidak dihadiri oleh bupati, wakil bupati atau sekda? Ini LPJ! Sehingga paripurna ini harus dihadiri oleh bupati," tegasnya.
Karena kesal atas ketidakhadiran tiga pejabat itu, Sekretaris DPC Partai Demokrat Bursel itu langsung membalikkan meja sidang yang ada di depannya. Sidang yang juga dihadiri Kapolres Buru Selatan, AKBP M. Agung Gumilar ricuh dan tegang.
Sejumlah anggota DPRD yang melihat kejadian itu langsung menghampiri Loilatu untuk menenangkannya. Rapat semakin alot ketika enam wakil rakyat Walk Out (keluar) dari ruangan sidang dan meminta rapat paripurna ditunda untuk waktu yang tidak ditentukan.
Mereka adalah George Usman Latuwael ( Berkarya) disusul Victor Hukunula (Hanura), Yacub Lesnussa (Perindo), Bernadus Wamesse (Perindo), Metusalak Liligoli (Hanura) dan Ismail Loilatu (Demokrat).
Akibatnya paripurna Penyampaian Nota LPJ Bupati tahun 2021, ditunda sampai batas waktu yang tidak ditentukan sambil menunggu koordinasi agar bupati, wakil bupati atau sekda menghadiri agenda tersebut.
Rapat Paripurna Penyampaian Nota LPJ Bupati tahun 2021 dihadiri Asisten II Setda Bursel Ibrahim Banda, Kapolres Bursel AKBP M Agung Gumilar dan sejumlah pimpinan OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Bursel. Sementara, delapan anggota dewan alpa.
" 8 anggota DPRD tidak menghadiri rapat paripurna kali ini," ujarnya Wakil ketua I DPRD Bursel, Jamatia Booy.
Sebagai pimpinan sidang, lanjut Booy, ia terpaksa menunda sidang hingga waktu yang belum ditentukan. Ia berharap pemerintah daerah dalam hal ini bupati dan wakil bupati bisa menyempatkan waktu untuk menghadiri rapat paripurna.
"Apalagi pariipurna yang kita lakukan adalah paripurna terkait LPJ tahun 2021," harapnya.( ESI)
Dapatkan sekarang