NAMROLE,AT-Jemaat Gereja Protestan Maluku ( GPM) Klasis Buru Selatan menggelar persidangan ke XXIX Minggu (25/1) . Persidangan yang diawali dengan ibadah Minggu di Gedung Gereja Wae Fuhan Prangit itu dipimpin Pdt Wendel Lesbassa.
Saat membuka persidangan ke XXIX, Lesbassa menegaskan, jemaat GPM Labuang adalah jemaat yang sudah bertumbuh dalam modernisasi. Olehnya itu dirinya berharap sidang ke XXIX jemaat GPM Labuang akan menggagas pikiran-pikiran di dalam rencana membangun pelayanan 2025-2030 yang endingnya adalah sukses.
"Saya berharap persidangan kali ini dapat melahirkan pikiran-pikiran yang dituangkan dalam program kerja dan kegiatan serta memberi dampak untuk pelayanan di tengah- tengah jemaat," harapnya.
Ketua Majelis Jemaat GPM Labuang, Pdt. Ine Apono, S.Si dalam pidatonya mengatakan, penguatan dan pembentukan spiritualitas serta kepekaan sosial dan ekonomi umat adalah hal utama dalam menghadapi tantangan sosial ekonomi dalam pelayanan.
"Penguatan peran pelayanan dalam menjaga perkumpulan-perkumpulan umat guna menghadapi tantangan ekonomi sosial serta penguatan kelembagaan gereja," ungkapnya..
Sejalan tugas persidangan GPM Labuang ke-XXIX, kata Apono, akan mengevaluasi dan menetapkan program-program pelayanan tahun 2026 serta mengevaluasi anggaran pendapatan dan belanja tahun 2025.
"Kita akan menetapkan anggaran pendapatan dan belanja tahun 2026 di jemaat GPM Labuang ini," sebutnya.
Camat Namrole, Nazar Solisa mengatakan, persidangan yang dilaksanakan setiap tahun menjadi tuntunan konstitusi GPM yang bertujuan mengevaluasi hasil keputusan persidangan tahun sebelumnya dan membuat program anggaran pendapatan dan belanja tahun 2026.
" Sebagai pemerintah kecamatan kamis mendukung seluruh proses persidangan yang akan berlangsung hari ini,"ujarnya.
Nazar berharap kepada jemaat kiranya dapat berperan aktif dalam proses persidangan ini.
"Kita dapat bertukar pendapat dengan ide-ide yang terbaik demi perubahan pelayanan jemaat GPM Labuang demi menjaga stabilitas persekutuan jemaat dan juga masyarakat," harapnya.
Ia pun pada kesempatan tersebut menghimbau kepada para pelayan dan umat di jemaat GPM Labuang sehubungan dengan bulan suci Ramadan pada bulan Februari 2026 mendatang, dimana kedudukan jemaat GPM Labuang memiliki posisi strategis sebagai desa yang merupakan pintu masuk pemerintahan Kabupaten Buru Selatan.
"Karena itu merupakan tanggung bersama kita sebagai warga kota untuk menjaga keamanan dan kedamaian untuk sodara kita yang muslim dalam menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan. Hal ini tentu selaras dengan nilai-nilai Pancasila serta nilai-nilai kearifan budaya kita di Buru Selatan," ingatnya
Kapolres Buru Selatan AKBP Andy P. Lorena, yang hadir dalam.persidangan mengatakan, Allah tidak menghendaki kekacauan tetapi damai sejahtera.
"Inilah merupakan landasan tugas kami kepolisian khususnya Polres Buru Selatan memastikan ketertiban agar damai sejahtera keamanan itu nyata dapat terwujud di lingkungan kita," ungkapnya. (Edy)
Dapatkan sekarang