AMBON,AT-Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon mengapresiasi, pelaksanaan kegiatan inovasi cipta menu pangan lokal dan mini expo UMKM yang dilaksanakan oleh Gereja Protestan Maluku (GPM) Jemaat Lateri, dilingkungan Gereja Sejahtera, Lateri, Kecamatan Baguala, Ambon.
Menurutnya, kegiatan tersebut harus dijadikan contoh bagi jemaat yang lain di Kota Ambon, sebagai upaya pengembangan UMKM.
“Atas nama Pemkot kami berikan apresiasi dan menyampaikan terima kasih atas pelaksanaan kegiatan ini sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan yang dilakukan di Kota Ambon dan Provinsi Maluku. Kegiatan-kegiatan seperti inilah yang harus kota dorong dan lakukan sebab bisa menjadi contoh, terutama dalam rangka pengembangan UMKM yang ada di Kota Ambon,” kata Bodewin Wattimena, Pj Walikota Ambon saat membuka kegiatan tersebut, kemarin.
Dikatakan, upaya unntuk menciptakan kemandirian dan ketahanan pangan di daerah ini harus terus dilakukan secara masif oleh semua elemen masyarakat termasuk jemaat GPM.
“Karena dengan ketahanan pangan akan mampu membawa kota Ambon untuk tetap eksis ditengah berbagai persoalan dan tantangan yang kita hadapi selaku warga bangsa, terutama tingkat kemahalan, inflasi, dan sebagainya,” paparnya.
Wattimena berharap, apa yang dilakukan oleh Jemaat GPM Lateri yang telah memasuki tahun kedua pelaksanaan kegiatan ini, dapat diikuti oleh Jemaat - jemaat GPM lainnya.
“Kami berharap semua jemaat tetap berupaya mewujudkan ketahanan pangan di Kota Ambon dalam mendukung program Provinsi Maluku dan Nasional, termasuk dalam penguatan UMKM, sehingga tetap eksis dalam berbagai tantangan,” pintahnya.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Maluku, Widya Pratiwi Murad yang turut hadir sebagai juri, menyampaikan ada tiga hal mendasar yang dapat dimaknai dari pelaksanaan inovasi cipta menu pangan lokal yang dilaksanakan di tingkat Jemaat GPM Lateri di saat ini.
"Pertama, ketahanan pangan gizi dan ekonomi masyarakat, sebagai sumber diversifikasi pangan, dan upaya melestarikan pangan lokal," ujarnya.
Diakui, kegiatan tersebut harus menjadi motivasi bagi jemaat maupun warga yang lain
"Kegiatan ini sangat memotivasi, memacu dan memberikan kesempatan kepada ibu — ibu untuk kelola pangan loka seperti sagu, ubi hingga singkong, sebagai pengganti beras yang harganya semakin mahal," pungkasnya.
Ditempat yang sama, Ketua Majelis Jemaat (KMJ) GPM Lateri, Pendeta Chris Timisela dalam laporannya menyampaikan kegiatan ini, dilakukan selain untuk memberdayakan jemaat juga untuk peningkatan pangan lokal, agar masyarakat tidak hanya menyediakan nasi sebagai makanan pokok.
"Dalam kegiatan ini kami juga menyediakan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga masyarakat, dan pasar murah sehingga masyarakat dapat membeli kebutuhan dengan harga terjangkau," singkat Timisela. (AHA)
Dapatkan sekarang