AMBON,AT.- Kegiatan diskusi publik Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) secara vitual yang digagas Harian Ambon Ekspres akhirnya dibuka oleh Rektor Universitas Pattimura Ambon yang diwakili Wakil Rektor Bidang Perencanaan, kerja sama dan sistem informasi, Dr. Muspida, M.Si, Kamis (17/11).
Turut hadir dalam kegiatan ini antara lain, Wakil Rektor Bidang Akademik Unpatti , Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd, Duta Kampus Merdeka Provinsi Maluku dan Ketua Pengelolah MBKM Unpatti Ambon, Alfonsina Martina Tapotubun, Kabag HRD PT Nusa Ina, Alhodayaht Wajo, Direktur Harian Ambon Ekspres, Nasri Dumula dan jajarannya serta para mahasiswa.
Dalam sambutannya, Muspida mengatakan, Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka merupakan program nasional kementerian pendidikan ristek dan teknologi pendidikan tinggi dan kebudyaan. Program ini bertujuan agar memberikan peminatan kepada mahasiswa untuk menguasai berbagai keilmuan yang berguna untuk memenuhi dunia kerja diluar dari program studinya.
Muspida menjelaskan, dalam program MBKM ini diberikan kemerdekaan dan keluasan kepada mahasiswa untuk didorong agar menguasai ilmu pengetahuan selama lima semester yang diberikan kesempatan setara dengan 20 SKS yang mereka belajar diluar program studi di Universitas Patttimura Ambon.
Sementara 40 SKS atau dua semester berada di tempat keilmuan pada program studi yang sama diluar perguruan tinggi Universitas Pattimura Ambon atau mahasiswa tersebut magang dalam mempraktekan ilmu yang selama ini dimiliknya dapat dimainkan dengan pengalaman lapangan.
“ Olehnya itu, program tersebut perlu disosialisasikan agar mahasiswa tidak hanya bertumpuh pada satu disiplin ilmu, tetapi bagimana mahasiswa dapat memperkaya keilmuannya selama empat semester yang diikuti selama ini untuk dapat dikembangkan diluar program studi atau keilmuannya, “ kata Muspida.
Dalam MBKM ini, Muspida mencontohkan, program studi ekonomi dalam melihat aspek – aspek hukumnya sehingga dapat belajar tentang hukum ekonomi, sosial dan sosiologi ekonomi pada program studi di Fakultas Ilmu sosial dan Ilmu Pemerintahan (FISIP).
Demikian juga program studi ilmu lainnya berusaha didorong untuk tidak konsen pada ilmu selama lima semester, tetapi bagaimana nanti ketika mahasiswa mempraktekan ilmunya di tengah – tengah masyarakat yang mendorong berkembangnya ilmu yang dimiliknya.
Olehnya itu, dalam penerapan MBKM ini tidak hanya sekedar pengayaan terhadap ilmu, tetapi pembentukan kepribadian mahasiswa, kreatif, peningkatan kapasistas serta manajemen. Ilmu – ilmu yang diterapkan dan diterima selam lima semester di perguruan tinggi pada program sudinya ditambah dengan tiga semester diluar MBKM, maka tentunya mahasiswa akan memperkaya ilmunya yang berhubungan dengan program studinya.
Khusnya dilapangan, mahasiswa diajarkan untuk bagaimana memenes, mengkresikan peningkatan kapasitas keilmuannya dan bagaimana berinovasi terhadap teori yang telah diterima selama lima semesterdi program studinya akan dikembangkan di dalam dunia nyata.
Olehnya itu, program MBKM ini sangat penting untuk disosialisasikan. “ Saya berharap kepada seluruh peserta dapat mengikutinya dengan baik sehingga bukan kepada mahasiswa saja tetapi juga diperkenalkan kepada publik tentang bagaimana peran MBKM dalam membangun kemandirian mahasiswa, “ singkatnya.
Sementara itu Direktur Harian Ambon Ekspres, Nasri Dumula dalam kesempatnnya menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada Universitas Pattimura yang telah mendorong terselenggaranya dua kegiatan yakni, diskusi publik merdeka belajar, kampus merdeka dan pelatihan jurnalis kepada organisasi mahasiswa intra kampus Unpatti.
Setelah pelaksaan diskusi publik ini, akan dilanjutkan dengan pelatihan jurnalis yang berlangsung di lantai I Graha Ambon Ekspres selama tiga hari, Kamis, Jumat dan Sabtu.
“ Saya ucapkan selamat mengikuti diskusi public MBKM dan selamat datang untuk peserta pelatihan jurnalis semoga melalui pelatihan ini memberikan dampak positif baik secara personal maupun secara kelembagaan dalam melengkapi kebutuhan publik terhadap informasi,"kata Nasri.
Menurut Nasri, tujuan pelaksanan kegiatan ini untuk memboboti mahasiswa di organisasi intra kampus Unpatti agar mengenal lebih dalam pola penulisan yang sederhana ala jurnalis dengan harapan ilmu yang diperoleh dalam pelatihan ini menjadi embrio kepekaan mahasiswa terhadap kebutuhan public akan informasi.
Demikian pula dengan kegiatan diskusi public MBKM semoga melalui momentum diskusi tersebut dapat membuka ruang dan informasi yang seluas luasnya tentang implementasi MBKM yang mungkin belum familiar di kalangan mahasiswa tentang program pemerintah pusat.
Karena itu, Ambon Ekspres sebagai perusahaan multi media di Maluku merasa berkewajiban untuk ikut serta membantu pemerintah pusat dalam mensosialisasikan program MBKM yang sebentar lagi akan di persentasikan oleh para narasumber.
Ambon Ekspres sendiri membuka pintu selebar – lebarnya untuk mensukseskan program MBKM melalui program pemagangan mahasiswa untuk memperdalam ilmu jurnalis. Dengan infrastruktur media yang dimiliki Ambon Ekspres mulai dari koran cetak, koran digital, radio, TV Streming, Padcast, Toustube dan media online Ambon Terkini dan Ameks.id yang dilengkapi dengan medi social lainnya akan tampil sebagai media terdepan untuk memberikan informasi kepada public di Maluku.
Dengan demikian, pelaksanaan implementasi MBKM di provinsi Maluku dapat terlaksana dengan baik. “ Sekali lagi kami sampaikan terima kasih kepada Universitas Pattimura yang telah menyertakan organisasi mahasisw intra kampus dalam kegiatan pelatihan ini, “ tutupnya. (AKS)
Dapatkan sekarang