SAUMLAKI, AT.- Ratusan penggemar Tim Nasional Belanda yang tergabung dalam Komunitas Hollanders Tanimbar melakukan "Konvoi Damai" di Kota Saumlaki, Jumat (9/12).
Aksi konvoi mengitari ibu kota Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) ini, sempat mencuri perhatian warga. Karena, baru pertama kali terjadi kegiatan pawai penggemar Timnas Belanda di Tanimbar dikawal oleh kepolisian setempat.
Saat sebelum melepaskan Komunitas Hollanders di depan Markas Utama Polres KKT, AKBP Umar Wijaya, Kapolres Kepulauan Tanimbar turut menggerakan pasukan untuk mengawal konvoi damai sore tadi.
"Polres sebetulnya tidak melarang kegiatan tersebut selama berjalan dengan tertib. Makanya saya sampaikan kepada pengurus Komunitas Hollanders Saumlaki, buatlah hal yang berbeda. Sehingga suporter bolanya itu tidak negatif dan ugal-ugalan. Karena panitia menyampaikan kesanggupannya, ya kita akomodir,"ungkap Kapolres.
Komunitas Hollanders yang terdaftar resmi di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbalpol) KKT itu, langsung memulai konvoi keluar dari depan Polres melewati jalan pertigaan Olilit Timur menuju pelabuhan Saumlaki. Kemudian putar ke pasar Ngrimase Olilit, menuju perempatan toko Selatan, searah ke kampung Babar, dan lurus ke pasar Omele Sifnana.
Pasukan konvoi orange pencinta Timnas Belanda dengan ratusan kendaraan mengenakan kostum, bendera KNVB dan bendera Merah Putih, melewati perempatan pasar Omele ke jalan protokol Ir. Soekarno, dikawal ketat oleh mobil patroli, Satuan Sabhara, dan Satuan Lantas Polres Tanimbar.
Selama arak-arakan berlangsung, Koordinator Utama Agustinus Rahanwarat menyerukan pesan damai jelang pertandingan Timnas Belanda versus Argentina, Sabtu (10/12) dinihari.
"Konvoi damai adalah suatu bentuk sportivitas dari pendukung fans negara Belanda. KNVB sampai mati, dan Indonesia NKRI harga mati. Belanda memukau, jam empat dinihari Belanda melawan Argentina tampil dalam laga perempat final nanti, pemain-pemain asal Belanda mendapat dukungan dari Komunitas Holanders Tanimbar,"kata Rahanwarat.
Setelah menyerukan dukungan, pasukan Hollanders dengan tertib kembali ke Markas Polres Tanimbar. Dalam arahan penutupnya, Rahanwarat menyampaikan terima kasih kepada Kapolres KKT beserta seluruh jajaran kepolisian, sambil menyampaikan pesan jelang pertandingan nanti.
Ia berharap, saat menyaksikan live pertandingan kesayangan Timnas Belanda di Qatar 2022 nanti, tidak dalam bentuk nonton bareng.
"Kita bisa menyaksikannya di rumah masing-masing. Apabila pertandingan nanti Timnas Belanda menang, kita tetap menjadi panutan, tidak boleh melakukan aksi-aksi seperti membunyikan sirene motor atau sejenisnya, tidak boleh pawai walau di depan rumah. Kita boleh berteriak di depan TV, tapi tidak boleh mengganggu ketertiban lingkungan sekitar,"serunya.
Tetapi jika Timnas Belanda kalah, lanjut dia, "Kita tetap tenang. Tidak boleh terpancing dengan situasi. Karena kita Hollanders sampai mati,"imbuh Rahanwarat.
Para penggemar Timnas Belanda ini, kemudian membubarkan diri ke kerumah masing-masing secara tertib. (MAL)
Dapatkan sekarang