AMBON, AT.--Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan RMC-3 kembali menggelar pelatihan peningkatan kapasitas fasilitator Desa/Kelurahan Tangguh Bencana (DESTANA) dalam rangka memfasilitasi penguatan ketangguhan masyarakat di wilayah 3 Provinsi Maluku.
Kegiatan ini yang berlangsung di Hotel Golden Palace, Kota Ambon, 13-21 Desember 2023, itu merupakan kerja sama antara BNBP dan RMC 3. Dibuka oleh Direktur Kesiapsiagaan BNPB yang diwakili oleh Riski Yufawinda.
Peserta kegiatan berasal dari Kota Ambon, Kabupaten Maluku Tengah dan Maluku Barat Daya.
Dalam sambutannya, Yufawinda mengatakan, maksud dan tujuan dari kegiatan ini adalah memastikan fasilitator desa/kelurahan dapat menfasilitasi ketangguhan masyarakat dan desa akan mandiri dalam menghadapi bencana.
"Program Destana (Desa Tangguh Bencana ) Fokus pada bencana tsunami, maka 18 kecamatan di 3 kabupaten di Maluku yang dijadikan sebagai fokus pelaksanaan kegiatan Destana,"katanya.
Dia menambahkan, dalam memahami Destana, ada 12 tahapan yang menjadi fokus pelaksanaan pelatihan ini yaitu sosialisasi dan koordinasi tingkat desa, pelaksanaan penilaian ketangguhan bencana desa/kelurahan, pengenalan dasar PB tingkat desa/kelurahan, pembentukan forum pengurangan resiko bencana, penyusunan kajian resiko bencana, penyusunan perencanaan penannggulangan bencana, penyusunan SOP peringatan dini berbasis komunitas.
Selanjutnya, penyusanan rencana evaluasi, penyusanan keluarga tangguh,
mitigasi struktural, stimulasi rencana evakuasi, dan elaksanaan penilaian ketangguhan bencana. Kegiatan yang berlangsung selama 10, diharapkan dapat memastikan masyrakat memiliki pengetahuan tentang kondisi ancaman bencana di sekitarnya, kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana tsunami yang inklusif.
Kemudian, masyrakat dapat merespon informasi peringatan dini bencana tsunami dan gempa bumi secara tepat dan cepat yang inklusif. Selain itu,
masyarakat dapat dan memiliki kemampuan melakukan evaluasi secara mandiri ke tempat evakuasi sementara dan tempat yang lebih aman Ketika terjadi bencana secara inklusif. (*)
Dapatkan sekarang