AMBON,AT.—Partai Golkar kehilangan kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) pada pemilihan umum anggota legislatif 2019. Sejak saat itu, Golkar melakukan evaluasi kritis dan konsolidasi karena bertekad mengembalikan kursi di parlemen Senayan.
Golkar telah menyiapkan empat kader mempuni sebagai calon anggota legislatif (Caleg) DPR RI daerah pemilihan Maluku pada Pemilu 2024. Mereka adalah politisi senior dan pengurus DPP Partai Golkar, H. Azis Samual, Ketua Pemenangan Pemilu Maluku-Maluku Utara DPPO Golkar Hamzah Sangadji, Ketua DPD Golkar Maluku Ramli Umasugi, dan Marleen Petta.
Guna meraih target satu kursi DPR RI, Azis Samual mulai melakukan konsolidasi. Sebagai langkah awal, salah satu tokoh politisi Maluku yang telah lama berkarir di Jakarta, itu menggelar rapat dengan puluhan pengurus DPD Golkar Maluku dan bacaleg DPRD Provinsi Maluku di kantor DPD I Golkar Maluku, di Karang Panjang, Kota Ambon, Jumat (29/9/2023).
Azis yang kini menjabat Ketua Pemenangan Pemilu DPP Partai Golkar Se-Tanah Papua, itu kepada wartawan usai rapat tersebut mengatakan, konsolidasi menjadi kunci kemenangan di Pileg. Karena itu, ia turun langsung memberikan arahan dan menyemangati para caleg DPRD Provinsi.
“Karena saya juga sudah ditetapkan oleh DPP sebagai caleg DPR RI, maka hari ini saya turun untuk memberikan support untuk para caleg dan kader Golkar Maluku dan memberikan motivasi agar Golkar di Maluku bisa bangkit dan kembali merebut kejayaan di Maluku,”kata pria asal Negeri Liang, Kabupaten Maluku Tengah ini.
Azis mengaku, Golkar tidak memiliki target muluk-muluk. Soal jumlah suara, maksimal caleg DPR RI dari Golkar bisa memperoleh 150.000 sampai 200.000 suara. Empat daerah yang menjadi sasaran pendulangan suara adalah Kabupaten Maluku Tengah, Kota Ambon, Seram Bagian Timur, dan Seram Bagian Barat, termasuk Buru.
Ia juga yakin, empat caleg DPR RI dari Golkar punya potensi untuk meraih suara lebih banyak dari Pileg sebelumnya. Meski ada persaingan secara internal, bagi Azis, itu merupakan hal biasa di Golkar.
“Ibu Marleen, pak Hamzaah, pak Ramli dan saya sendiri punya potensi. Kita gabungkan suara untuk menjadi satu atau dua kursi DPR RI. Karena Golkar adalah partai tua dan yang disegani di negeri ini, maka saya haqqul yaqin akan kita kembalikan kejayana Golkar di Maluku,”pungkasnya.
Masuk Empat Besar
Untuk pertama kalinya, Golkar Maluku gagal mengirim wakilnya ke Senayan pada Pileg 2019, dan tersingkir dari posisi empat besar. Berdasarkan hasil rekepitulasi penghitungan suara caleg DPR RI oleh KPU Provinsi Maluku, 20 Mei 2019, Partai Golkar hanya mampu berada di posisi ke 5 atau satu tingkat dibawa perolehan kursi terakhir yang menjadi milik Partai Gerindra.
Partai Golkar hanya mampu meraih sebanyak 93.158 suara atau kalah dari PDI Perjuangan yang meraih jumlah suara terbanyak dan menjadi pemenang pertama di Maluku dengan total raihan 197.648 suara, disusul Partai NasDem dengan perolehan 118.307 suara, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan raihan 97.765 suara serta Partai Gerindra dengan meraih 94.298 suara. Perolehan suara Golkar hanya terpaut 1.145 dari Gerindra.
Wakil Ketua Bidang Kepartaian DPD Partai Golkar Maluku, Ridwan Marasabessy mengatakan, seluruh elemen Golkar Maluku untuk saat ini harus kerja keras karena pernah kehilangan kursi di 2019 yang merupakan pukulan telak bagi mereka. Golkar tak ingin gagal lagi pada Pemilu 2024.
Olehnya itu, Golkar kata Ridwan, telah menyiapkan sejumlah strategi pemenangan. Salah satunya ialah memperkuat dan meningkatkan daya juang kader melalui kegiatan orientasi fungsionaris pada tujuh dapil pada Oktober nanti. Dimulai dari Seram Bagian Timur.
Untuk kursi DPR RI, Ridwan mengaku, Golkar akan bekerja keras untuk masuk di posisi empat besar peraih suara terbanyak sehingga bisa memperoleh satu kursi. Dengan komposisi empat caleg Golkar, yakni H. Azis Samual, Hamzah Sangadji, Maluku Ramli Umasugi, dan Marleen Petta, ia optimis target itu bisa dicapai.
“Pada Pemilu 2019, suara Golkar kalah sedikit saja dengan Gerindra, dan saat itu 14 parpol. Pemilu 2024, ada 18 parpol, mudah-mudahan kami berada pada posisi empat besar. Sebagai partai besar, kami juga beridealis meski di urutan 2, tapi masuk ke pusaran empat besar,”kata Ridwan di kantor DPD Partai Golkar Maluku. (tab)
Dapatkan sekarang