NAMROLE,AT-Pemerintah Kabupaten Buru Selatan melalui Dinas Perdagangan mulai melakukan renovasi Pasar Blok Utama Kai Wait di Kota Namrole. Proses renovasi ini dilakukan lantaran bagian atap pasar tersebut bocor dan kemasukan air saat musim penghujan.
Akibatnya puluhan pedagang yang menempati pasar tersebut tidak bisa melakukan aktivitas jual beli dengan baik. Langkah yang diambil pemerintah yakni mengizinkan pedagang membangun kios sementara di depan Pasar Blok Utama Kai Wait dengan menggunakan papan untuk aktivitas jual beli.
Proses renovasi dilakukan dengan mengganti seluruh atap yang bocor. Pantauan media ini, pekerjaan renovasi untuk atap bagian Blok Utama Kai Wait.
Plt Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Buru Selatan, Dominggus Seleky yang dikonfirmasi membenarkan hal tersebut.
"Memang benar saat ini sementara dilakukan pekerjaan renovasi pembangunan atap Pasar Blok Utama Kai Wait," terang Dominggus, kemarin.
Hanya saja, lanjut Seleky, proses renovasi yang dilakukan terhadap Pasar Blok Utama Kai Wait belum dilakukan secara keseluruhan, karena keterbatasan anggaran.
"Karena anggaran yang dialokasikan itu hanya Rp 1 miliar sehingga yang bisa dilakukan perbaikan hanya pada bagian atap Pasar," ungkapnya.
Seleky yang juga mantan Kabid Anggaran di BPKAD Buru Selatan ini menegaskan, akibat belum dfungsikannya pasar tersebut, pemerintah daerah kehilangan salah satu pos pendapatan daerah.
"Sejak mengalami kebocoran dan aktivitas pedagang yang berjualan dengan mendirikan kios secara swadaya masing- masing, maka penerimaan restribusi tidak bisa dilakukan terhadap pedagang," sebutnya.
"Belum lagi, tambah Seleky, dalam tahun anggaran 2024 tidak ada alokasi anggaran untuk penyelesaian renovasi sehingga dalam dua tahun berturut- turut, yakni 2023 dan 2024.
"Dalam dua tahun terakhir tidak ada pendapatan yang diperoleh dari aktivitas jual beli yang dilakukan oleh pedagang di depan pasar Blok Utama Kait Wait Namrole," kuncinya. (Edy)
Dapatkan sekarang