BULA,AT--Jelang lebaran Idul Fitri 1447 hijiraih, arus mudik di pelabuhan Bula,kabupaten Seram Bagian Timur(SBT) masih terbilang normatif belum ada lonjakan yang signifikan.Salah satu kapal milik perusahaan swasta Cantika Lestari 6E diprediksi jadi puncak arus mudik pada tanggal 16 Maret 2026 nanti.
Kepala kantor Uniat Pelayanan Pelabuhan(UPP) Kelas III Bula Jonly Pentury mengatakan, sejauh ini pihaknya terus memantau lonjakan arus mudik lebaran Idul Fitri. Hinga saat ini kata dia, belum ada lonjakan penumpang yang membludak seperti tahun kemarin 2025.
"Kalau pun ada lonjakan itu mayoritas diperkirakan hanya untuk penumpang antar kecamatan kepulaan di kabupatem SBT saja. Dalam hal ini,Geser,Gorom,Kesui dan Teor juga lain-lain,"ungkap Pentury saat di temui wartawan di ruang kerjanya,Jumat(13/3/2026).
Pentury menambahkan, pada mudik lebaraan Idul Fitri 1447 hijriah ini cukup panjang. Banyak masyarakat yang telah melakukan mudik sejak jauh-jauh hari. Ditambah armada kapal yang melayani Bula,tujuan Geser,Gorom selalu rutin.
"Ada beberapa kapal yang sudah layani rute itu, yaitu Sabuk Nusantara 75, KM. Fajar Indah. Sedangkan untuk mudik tujuan kota Ambon,kebanyakan menggunakan moda transportasi darat,"jelasnya.
Adapaun kepadatan penumpang arus mudik kata dia, itu dipreksi pada tanggal 14 dikarenakan adanya kapal Cantika lestari 6E yang membawa penumpang mudik gratis dari kota Ambon melalui program pemerintah provinsi Maluku.
"Dari Ambon itu rutenya,Geser,Gorom,Kesui, Teor dan balik ke Bula, tujuan Kilmury, Werinama pada tanggal 16 Maret,"ujarnya.
Pentury menghimbau,kepada masyarakat yang melakukan mudik agar mempersiapkan barang bawaan serta pastikan memiliki tiket.
"Mudik dengan kapal laut ini masyrakat harus melihat kondisi cuaca,jika ada himbauan dari BMKG tentang cuaca buruk lebih baik pertimbangkan kembali saat lakukan mudik,"pungkasnya.(Jamal)
Dapatkan sekarang