Antisipasi Rabies di Bursel, Habibi Ingatkan Masyarakat Kenali Gejalanya 
Plt Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana ( DKPPKB) Buru Selatan, Yurdin Halibi. --Edy/AT.
FaizalLestaluhu
15 May 2025 05:55 WIT

Antisipasi Rabies di Bursel, Habibi Ingatkan Masyarakat Kenali Gejalanya 

NAMROLE,AT-Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Buru Selatan akan mengambil sejumlah langkah untuk mengantisipasi penyakit Rabies di masyarakat akibat gigitan anjing.

Salah satu langkah yang harus dilakukan dan dipahami masyarakat adalah mengenal dan mengetahui anjing yang terkena rabies.

"Jadi untuk masalah kasus rabies, kita harus kenali dulu ciri- cirinya. Langkah ini penting sehingga kita bisa mengantisipasinya," ujar Yudi Habibi, Kepala DKPPKB Buru Selatan saat di konfirmasi media ini, Rabu (14/5) kemarin.

Halibi menjelaskan, anjing rabies memiliki beberapa tanda yang dapat diidentifikasi, termasuk perubahan perilaku seperti agresif, gelisah, dan takut.

"Anjing rabis juga bisa diketahui lewat gejala fisik seperti air liur berlebihan dan kesulitan menelan, " jelasnya. 

Selain itu, lanjutnya, anjing rabies juga mungkin menunjukkan reaksi berlebihan terhadap cahaya dan suara, serta dapat mengalami kejang dan kelumpuhan. 

"Tanda-tanda rabies pada anjing, yakni perubahan perilaku. Anjing yang terinfeksi rabies bisa menjadi lebih agresif, mudah terprovokasi, dan menunjukkan perilaku yang tidak biasa seperti gelisah, takut, atau bersembunyi," jelasnya 

Masih versi Habibi, anjing rabies dapat dibagi menjadi dua tipe, yaitu tipe gila (dengan perilaku agresif) dan tipe diam (dengan gejala kekakuan dan kesulitan menelan). 

"Jika  masyarakat  melihat anjing dengan tanda-tanda rabies, jangan mendekatinya dan segera hubungi otoritas terkait atau dokter hewan untuk mendapatkan bantuan," ingatnya.

Ditanya apakah akan ada sosialisasi kepada masyarakat  terkait penyakit rabies, Halibi berujar, akan tetap dilakukan.

"Untuk sosialisasi pasti akan dilakukan. Saya akan koordinasikan hal ini dengan bidang Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit (P2P) yang merupakan pemegang program," demikian Habibi. (Edy) 

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai