AMBON,AT-Keberadaan Anak jalanan (Anjal), dan Gelandangan Pengemis (Gepeng), kembali meresahkan warga Kota Ambon, sebab mereka kini berkeliaran diberbagai ruang publik dan tempat umum. Baik di lampu-lampu merah, Pattimura Park, Lapangan Merdeka, depan Maluku City Mall (MCM) taman bawa Jembatan Merah Putih (JMP), hingga tempat umum lainnya di Kota Ambon.
Pantauan media ini, aktivitas anak jalanan dan Gepeng ini sangat mengganggu aktivitas warga, sebab meminta uang dari setiap warga maupun para pengendara yang melintasi lampu-lampu merah disejumlah ruas jalan utama di Kota Ambon.
"Begitu kendaraan berhenti mereka (anak jalanan dan Gepeng-red), langsung mendatangi setiap kendaraan untuk menjual tisu, tapi ada juga yang meminta uang, meski nilainya memang tidak seberapa. Kondisi ini terjadi di beberapa lampu merah yang ada di Kota. Dan tentu ini sangat mengganggu sekali," keluh Rian, salah seorang warga Kota Ambon, Selasa (15/10) kemarin.
Menurutnya, aksi anak jalanan dan Gepeng dilampu-lampu merah itu juga mengancam keselamatan mereka sendiri.
"Jadi selain mengganggu pemandangan kota, juga mengancam keselamatan mereka, coba saja begitu kendaraan berhenti mereka langsung mendatangi kendaraan, tapi kalau tiba-tiba ada kendaraan dari belakang kan bisa menabrak mereka juga,"timpalnya.
Dikatakan, selain dilampu-lampu mereka ada juga di pintu masuk keluar MCM.
"Ini yang lebih parah lagi, kalau kita tidak berikan kadang mereka menarik baju kita,"kata dia.
Dirinya berharap, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk segera menertibkan keberadaan anak jalan dan gepeng yang berkeliaran di Kota Ambon.
"Mari kita jadikan Kota Ambon ini kota yang bagus, tanpa keberadaan anak-anak jalanan dan gepeng,"ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Ambon, Sir Jhon Slarmanat mengatakan, pihaknya sudah berulangkali melakukan penertiban, namun setelah itu para anak jalanan dan gepeng tersebut, kembali beraktivitas seperti semula.
"Anak jalanan dan Gepeng terus kita lakukan razia, kemarin-kemarin juga sudah di angkat lagi mereka. Memang inikan sudah menjadi tupoksi dari kami Dinsos, tapi sebetulnya harus peran keluarga, karena kalau kita terus melakukan penertiban razia sementara keluarga saja tidak mendukung ya boleh dibilang sama saja,"kata dia, kepada wartawan di Balai Kota, Selasa kemarin.
Dikatakan, meski sudah melakukan razia berulangkali, namun pihaknya hanya masih sebatas pembinaan sebab Dinas Sosial Kota Ambon, hingga saat ini tidak punya tempat rumah singgah maupun tempat penampung bagi para anak jalanan dan gepeng tersebut.
"Sudah berulangkali kita tertibkan tapi kendalanya sama karena belum punya rumah singgah atau shelter, sehingga hanya sebatas pembinaan agar mereka tidak lagi berkeliaran di jalan di area publik, dan setelah itu dikembalikan (kepada keluarga mereka-red),"jelasnya.
Diakui, jika Pemerintah Kota Ambon, sudah memiliki rumah singgah maka sudah pasti anak-anak jalanan dan gepeng itu bisa diatasi dengan baik.
"Kita belum bisa mengambil tindakan yang lebih lebih tegas dalam hal ini menahan mereka karena belum ada shelter yang bisa menjadi tempat untuk bisa memberikan jaminan yang lebih maksimal untuk mereka itu,"tandasnya.
Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga sudah bekerja sama dengan pihak terkait untuk melakukan pembinaan terhadap anak-anak tersebut.
"Jadi itu sebenarnya anak-anak ini kita sudah melakukan kerja sama dengan SKB untuk mereka dilatih disana, cuman anak-anak ini bukan anak-anak yang harus mengikuti aturan pendidikan formal, jadi terserah kalau mereka mau datang jam 11 atau jam 1 siang itu persoalan nya sehingga butuh proses untuk itu," pungkasnya. (Ars)
Dapatkan sekarang