AMBON,AT-Demonstrasi yang dilakukan sebagian masyarakat adat Buru dengan menolak penyisiran penambang Ileggal di Gunung Botak diduga ada permainan oknum anggota DPRD Buru.
Aksi demonstrasi di pusat Kota Namlea hingga ke Kantor DPRD Kabupaten Buru, berlangsung Selasa (1/7/2025).
Rislan Kabu salah satu warga Buru mengatakan, sebelum aksi dilakukan diduga ada pertemuan khusus antara oknum anggota DPRD dengan warga yang mengatasnamakan masyarakat adat.
Sehingga pada saat aksi dilakukan, DPRD Buru dengan lantang menolak penertiban.
Padahal ini merupakan perintah langsung Gubernur Maluku gunung botak ditertibkan agar dapat dikelola dengan baik dan ramah lingkungan.
"Demonstrasi tolak penyisiran di Gunung Botak oleh masyarakat di kantor DPRD, diduga ada oknum anggota DPRD Buru dalang dibalik itu," katanya.
Ia mengatakan, dugan lainnya sejumlah oknum anggota DPRD Buru aktif dan non aktif terlibat dalam permainan tambang Ileggal di Gunung botak.
"Mari sama-sama kita dukung langkah Gubernur untuk penertiban.
Kalau itu untuk kebaikan lingkungan ke depan, apa salahnya," tegasnya.
Ketua DPRD Buru Bambang yang dikonfirmasi belum memberikan tanggapan. (Wahab)
Dapatkan sekarang