Alat Berat Dikerahkan, Pasar Gambus Tinggal Kenangan
Pj Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena saat menjelaskan terkait penggusuran eks Pasar Gambus kepada pedagang yang biasa beraktivitas di pasar tersebut. --Enak/AT.
FaizalLestaluhu
15 May 2024 22:00 WIT

Alat Berat Dikerahkan, Pasar Gambus Tinggal Kenangan

AMBON,AT-Pasar Gambus di kawasan Kelurahan Uritetu, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, yang telah berdiri sejak tahun 2000 silam kini tinggal kenangan. Hal itu setelah Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, mengerahkan satu unit alat berat untuk menggusur semua bangunan beton milik pedagang Eks Pasar Gambus, Rabu (15/5).

Sebelumnya, dibawah koordinator Lurah Uritetu, Hendrik Risakotta, 86 KK yang terdiri dari 356 jiwa yang menempati lokasi Eks Pasar Gambus telah secara mandiri membongkar lapak dan rumahnya pada Rabu 1 Mei 2024 lalu.

Ratusan orang yang telah menempati lahan milik Pemkot selama 24 tahun itu, membongkar sendiri lalu pergi mencari rumah kontrakan dan kos-kosan untuk jadi hunian baru.

Pasca dikosongkan, Pemkot akhirnya menurunkan alat berat untuk membongkar bangunan-bangunan beton di lokasi eks Pasar Gambus untuk dirobohkan.

Penjabat (Pj) Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena saat meninjau lokasi eks Pasar Gambus mengatakan, penertiban tersebut merupakan upaya dalam menata neraca aset Pemkot.

“24 tahun wilayah ini dikuasai oleh masyarakat membuat Pemkot kesulitan didalam menyusun neraca aset. Dan itu merupakan salah satu titik dimana kita sulit, untuk meningkat dari opini BPK, karena aset yang belum terdata dengan baik,” jelasnya.

Setelah melalui negosiasi panjang dengan para masyarakat yang mendiami lokasi Eks Pasat Gambus, Bodewin mengaku, Pemkot memiliki beberapa kesepakatan dengan mereka.

“Awalnya, mereka setuju dibongkar 1 Januari 2024, tapi karena ada pertimbangan dari lurah dan penyelenggara Pemilu bahwa akan ada dua TPS di Pasar Gambus yang mesti ikut dalam pencoblosan Februari lalu, maka kita mundurkan sampai selesai pemilihan,” katanya.

Selesai Pemilu, sambung Bodewin, mereka minta lagi agar jangan dulu dibongkar karena mau memasuki bulan suci Ramadhan.

“Maka saya memutuskan untuk selesai Lebaran baru dibongkar,”ujarnya.

“Pasca lebaran, mereka minta lagi untuk ditunda sampai habis Pilkada, tapi sudah tidak bisa. Kami berharap agar penghuni Eks Pasar Gambus keluar dengan suka rela, dan mereka tepati itu,”terangnya.

Setelah lokasi Eks Pasar Gambus dibersihkan, Pj Walikota mengaku, lahan tersebut akan digunakan untuk tempat parkir Mobil Truk yang antri di depan Pelabuhan Yos Sudarso Ambon. 

“Kemudian dibagian belakang itu, akan dibuat lapak-lapak yang representasi untuk eks pedagang Pasar Gambus, kembali berjualan. Jadi kami tidak sama sekali mengeluarkan mereka tanpa ada solusi,” tandasnya.

Sementara itu, Lurah Uritetu mengatakan, dari awal pembongkaran secara mandiri oleh pedagang eks Pasar Gambus pada 1 Mei 2024 hingga penggusuran oleh Pemkot, tidak terjadi insiden seperti gejolak kericuhan.

“Semua berjalan aman dan damai tanpa gejolak dari awal sampai sekarang. Kami memberikan apresiasi tinggi kepada para penghuni eks Pasar Gambus, karena menunjukan sikap kooperatif,”tutupnya.

Dari hasil pantauan media ini, penggusuran menggunakan alat berat dari Dinas PUPR Kota Ambon, dikawal personil Satpol-PP dan masih terus dilakukan. 
Masyarakat eks Pasar Gambus juga diizinkan untuk mengambil puing-puing bangunan seperti besi tua untuk dijual kembali.(Nal) 

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai