MASOHI, AT. – Upaya mengurangi sampah plastik di laut sekaligus menjaga kelestarian habitat biota laut dilakukan istri Bupati Maluku Tengah, Betty Epsilon Idroos ajak warga melalui aksi bersih sampah laut di perairan Kepulauan Banda.
Aksi ini turut melibatkan Direktur The Asia Foundation (TAF) Hana Satryo bersama kru Yayasan Cahaya Samudera Indonesia, yang bersama-sama menyisir pesisir dan perairan Banda untuk mengangkat sampah plastik yang mencemari laut.
Betty menegaskan bahwa Banda bukan hanya kaya sejarah dan keindahan gugusan pulaunya, tetapi juga memiliki kekayaan laut yang harus dijaga bersama.
"Pulau Banda terkenal karena sejarah dan keindahan gugusan pulau termasuk keindahan laut. Menjaga dan merawat lingkungan laut dari sampah terutama sampah plastik adalah kewajiban semua elemen masyarakat," ujarnya.
Alumnus Institut Pertanian Bogor ini menjelaskan bahwa sampah plastik merupakan ancaman serius bagi ekosistem laut karena membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terurai dan akan berubah menjadi mikroplastik yang mudah tertelan organisme laut.
"Sampah plastik dapat merusak habitat laut seperti terumbu karang, mengurangi keanekaragaman hayati, atau merusak ekosistem laut," tegas Komisioner KPU RI itu.
Betty berharap masyarakat makin sadar dan tidak membuang sampah sembarangan. "Laut bukanlah tempat sampah. Sudah saatnya kita berhenti mencemari laut dengan plastik demi masa depan Banda dan Indonesia yang lebih bersih dan lestari," pungkasnya.
Sejalan dengan itu, Direktur TAF Hana Satryo menekankan pentingnya langkah-langkah konkret untuk menghentikan aliran sampah plastik ke laut.
"Perlu ada solusi untuk menghentikan masuknya sampah plastik ke lingkungan laut. Laut adalah rumah bagi jutaan makhluk. Menjaga keseimbangan alam dan biota laut berarti menjaga kehidupan di bumi," ujarnya.
Hana juga mengajak masyarakat untuk mencintai dan melindungi Banda.
"Sayangi Banda, sayangi Banda," pesannya. (Jen).
Dapatkan sekarang