AMBON,AT- Muin Sogalrey, Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Aru, bersama Martinus Pasensi, Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Tual, meresmikan listrik di Desa Ngaibor, Kecamatan Aru Selatan, Kepulauan Aru.
Peresmian berlangsung, Selasa (21/03) dan dihadiri oleh Asisten Dua, Fredy Gaite, Jajaran Forkopimda Kabupaten Kepulauan Aru, serta Tokoh Agama.
Sogalrey dalam sambutannya mengatakan, pemerintah terus berkomitmen untuk melakukan upaya pemerataan listrik pedesaan demi terwujudnya energi berkeadilan yang dipetakan berdasarkan data Potensi Desa (PODES).
"Saya memberikan apresiasi kepada semua pihak, mulai dari DPR RI, Pemerintah Provinsi maupun Kabupaten, dan terkhususnya Pihak PLN UP3 Tual dan ULP Dobo yang telah membangun kerjasama dengan baik melalui pendekatan ekspansi perluasan jaringan listrik kepada masyarakat yang tinggal di pedalaman, tersebar dan jaraknya jauh dari jaringan listrik. Pihak PLN harus terus meningkatkan kualitas pelayanan Program listrik desa (Lisdes) yang merupakan bentuk kepedulian negara untuk menghadirkan listrik di daerah 3T (terdepan,terluar, tertingg) dan mewujudkan energi berkeadilan bagi masyarakat yang berada di pelosok desa terpencil dimana memiliki hak yang sama untuk menikmati energi listrik. Ini yang sangat saya harapkan," tandasnya.
Bukan hanya itu, Sogalrey juga berharap, pemerintah kecamatan dan desa bisa membantu mengedukasi masyarakat agar dapat menjaga dan memelihara insfrastruktur kelistrikan dengan baik sehingga PLN dapat memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh masyarakat.
"Ini perlu ditegaskan karena salah satu faktor kendala belum dioperasikan listrik di beberapa titik, dikarenakan oleh infrastruktur kelistrikan yang dirusak oleh oknum yang tidak bertanggung jawab," tutup Sogalrey.
Selaras dengan hal tersebut, Manager UP3 Tual, Martinus Pasensi berharap, ada sinergi antara PLN, Pemda, dan masyarakat dalam membangun Kabupaten Kepulauan Aru yang dimulai dari desa untuk Aru yang mandiri, sejahtera dan bermartabat.
"Kita semua diberikan waktu dan tempat yang berbeda, setiap masa itu ada orangnya dan setiap orang punya masanya. Kita tahu bahwa kita sedang mengukir sejarah kita sendiri dengan hari ini diresmikannya listrik desa, tepatnya di Desa Ngaibor. Kita mungkin senang menjadi bagian dari sejarah, tapi ingat kita harus bisa berbangga bisa membuat sejarah sendiri, itu sebabnya kami yang bekerja di bidang kelistrikan ini ada banyak PR tahun ini yang harus kita selesaikan dikarenakan Rasio Elektrifikasi di Kepulauan Aru belum 100 persen," ujar Martinus.
Kata dia, dengan adanya realisasi program listrik desa ini yang sudah menjadi penantian panjang ini, aktivitas masyarakat akan semakin lebih produktif.
"Mari jaga aset PLN secara bersama-sama demi kelangsungan hidup masyarakat di desa ini," ajak dia.
Sementara itu, Manager PLN ULP Dobo, Nico Lewaherlla menyampaikan, jumlah calon pelanggan Desa Ngaibor ini sebanyak 80 Pelanggan dan dilayani menggunakan 3 Trafo dengan kapasitas 50 kVA.
"Desa Ngaibor akan dinyalakan dari PLTD eksisting (PLTD Jerol) dengan Daya Mampu sebesar 192 kW," jelas Nico.
"Beban puncak eksisting sebesar 80 kW dan Beban Puncak setelah penyalaan lisdes Ngaibor yaitu Sebesar 87,2 kW, sedangkan jam nyala lisdes Ngaibor yaitu selama 12 jam mengikuti jam nyala PLTD Jerol," kuncinya.(ERM).
Dapatkan sekarang