AJI Ambon Gelar Training Cek Fakta untuk Radio
Para peserta mengijkuti permainan terkait fakta
Admin
09 Oct 2022 22:34 WIT

AJI Ambon Gelar Training Cek Fakta untuk Radio

AMBON,AT.--ALIANSI Jurnalis Independen (AJI) Cabang Ambon, bekerjasama dengan AJI Indonesia, dan Google News Initiative menggelar training cek fakta khusus untuk media elektronik Radio. Pelatihan cek fakta yang dihelat selama dua hari yakni Jumat - Sabtu (7-8/10/2022) ini diikuti 15 peserta dari RRI dan radio swasta di kota Ambon.

Ketua AJI Ambon, Tajudin Buano, dalam sambutannya di awal kegiatan mengaku, pelatihan Cek fakta bertujuan untuk meningkatkan literasi digital. Sekaligus mendorong jurnalis di Ambon agar dapat berpartisipasi dalam menekan beredarnya misinformasi dan disinformasi.

Taju mengatakan, dunia digital mengenalkan teknologi super cepat dalam mengakses berbagai informasi dalam waktu singkat. Kemudahan dalam mengakses internet ini membawa kekhawatiran mengenai akses mis-dis informasi kepada masyarakat.

"Semakin cepat informasi diperoleh, semakin cepat pula informasi palsu atau tidak benar menyebar luas. Edukasi mengenai cek fakta massif dilakukan agar masyarakat dapat terhindar dari informasi palsu," kata dia.

Selain mis-dis informasi berupa konten visual, ada pula yang berupa konten audio. Beberapa informasi palsu mungkin saja bisa disebarkan melalui audio karena kemiripan dengan suara tokoh tertentu atau sengaja dibuat mirip.

Lalu bagaimana cara menghindari kontenaudio yang menyesatkan?, menurut Taju, Training Cek Fakta untuk Radio ini merupakan salah satu upaya memerangi hoaks dalam bentuk audio. "Pada materi ini pegiat konten audio/radio akan mendapatkan materi khususmengenai debunking audio," jelasnya.

Taju menambahkan, AJI Indonesia bekerjasama dengan Google News Initiative menyelenggarakan Training Cek Fakta untuk Radio di 10 kota di Indonesia. Salah satunya di kota Ambon.

"Training ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang literasi digital, tools untuk memeriksa fakta konten visual maupun audio. Pada training ini peserta diharapkan dapat mengasah keterampilannya dalam mengenali informasi digital, mis-dis informasi, pengetahuan terkait keamanan digital dan debunking audio," pungkasnya.

Untuk diketahui, selama dua hari para peserta mendapatkan sejumlah materi terkait cek fakta. Materi-materi training diberikan oleh para pemateri yang telah bersertifikat google, yakni Edo Reinhardo ‘Edho’ Sinaga dan Zairin Salampessy.

Edho memberikan materi tentang landscape hoax dan peran media, audit media sosial, digytal higiene, dan produksi podcast. Sedangkan Zairin membawakan materi menelusuri konten asli dan analisis sumber, verifikasi lokasi, verifikasi waktu, dan etika pengecekan fakta. (*)

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai