Abdullah Vanath Gabung Dengan Nasdem, Ini Kata Hamdani Laturua
Ketua DPW Partai Nasdem Maluku, Hamdani Laturua (kanan) dan Abdullah Vanath sedang makan bersama saat acara HUT ke-14 Nasdem di kantor DPP Nasdem, Rabu (12/11/2025).
Dok. Hamdani Laturua
Admin
13 Nov 2025 09:57 WIT

Abdullah Vanath Gabung Dengan Nasdem, Ini Kata Hamdani Laturua

AMBON,AT.—Abdullah Vanath resmi bergabung sebagai kader Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Maluku. Bergabungnya wakil Gubernur Maluku ini, diyakini akan menambahkan kekuatan politik bagi partai besutan Surya Paloh itu. 

Vanath memang bukan orang baru di panggung politik Maluku. Ia telah malang melintang dalam perpolitikan dan pemerintahan. Mantan Bupati Seram Bagian Timur dua periode itu pernah menjabat Ketua DPD Partai Demokrat Maluku tahun 2013.

Setelah selesai menjabat sebagai bupati SBT, Vanath ikut bertarung pada pemilihan Gubernur Maluku 2013, dan 2018 namun kalah. Pada Pilgub 2024 lalu, ia maju lagi sebagai wakil gubernur berpasangan dengan Hendrik Lewerissa. Pasangan dengan tagline LAWAMEN itu menang mutlak.

Vanath juga disebut-sebut merupakan kader Partai Golkar Maluku. Bahkan, Ketua Umum Golkar, Bahlil Lahadalia sempat ‘merayu’ Vanath agar tetap bersama Golkar, tetapi Vanath justru memilih ke Nasdem. 

Vanath resmi bergabung, setelah ia hadir secara langsung dan mengenakan jaket Nasdem pada acara HUT Nasdem di kantor DPP Nasdem Jakarta, Rabu (12/11).  Meski begitu, jabatan Vanath di Nasdem masih dirahasikan. 

“Iya, masuk Nasdem. Tapi belum dapat jabatan,”kata Ketua DPW Nasdem Maluku, Hamdani Laturua saat dikonfirmasi Ambon Ekspres, tadi malam. 

Hamdani mengakui, setelah acara HUT, Vanath juga mengikuti Rapat Kerja Nasional (Rakornas) Nasdem yang digelar tadi malam. Hamdani, yang juga pengacara senior itu, enggan berkomentar banyak soal bergabungnya Vanath dengan Nasdem. 

Ia menegaskan, salah satu upaya yang sudah dilakukan Nasdem sejak sekarang adalah kesiapan menghadapi Pemilu 2029. Kehadiran Vanath diyakini akan menambah popularitas, akseptabilitas, dan elektabilitas Nasdem di masyarakat umum, lebih khsusu para pemilih. “Penyiapan diri hadapi pemilu 5 tahun akan datang,”pungkas dia. 

Target Kursi DPR RI

Vanath mengaku keputusannya bergabung dengan Partai NasDem didorong oleh aspirasi tulus dari masyarakat, basis perjuangannya selama ini. “Sejak 2012 saya berjuang bersama masyarakat Maluku. Mereka meminta saya bergabung ke partai politik, dan pilihan mereka jatuh ke NasDem. Hari ini saya menjawab harapan itu,” ujarnya, dikutip dari website resmi Nasdem, Rabu (12/12).

Ia menyebut NasDem sebagai rumah besar yang memiliki kultur kekeluargaan tinggi dan visi politik yang jelas. “Partai ini masih muda, baru 14 tahun, tapi perjalanannya luar biasa. Kekeluargaannya tinggi sekali,” tutur Vanath.

Sebagai kader baru, Vanath menegaskan komitmen utamanya adalah memperkuat NasDem di wilayah timur, khususnya Maluku. “Kami di Maluku harus bekerja keras menyumbang kursi ke DPR RI seperti yang diharapkan Ketua Umum dengan target 100 kursi pada Pemilu 2029. Itu pekerjaan besar yang harus direncanakan matang dan dijalankan dengan kolaborasi di semua tingkatan,” tegasnya.

Selain Abdullah Vanath, tokoh nasional lain yang turut bergabung ke Partai NasDem adalah Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Sudirman, S.H., M.H., M.M., mantan Komandan Kodiklat TNI tahun 2021.

Sekretaris Jenderal Partai NasDem, Hermawi Taslim, menyambut bergabungnya para tokoh tersebut dengan optimisme, menegaskan bahwa NasDem adalah partai yang terbuka bagi siapa pun yang memiliki integritas dan komitmen terhadap perubahan.

“Sebenarnya bukan hanya dua tokoh yang bergabung hari ini, tapi lima. Ada juga seorang wakil bupati dan pemilik jaringan restoran besar. Sebagian masih di luar daerah dan luar negeri,” kata Hermawi.

Hermawi menekankan bahwa NasDem tidak pernah gentar menghadapi dinamika politik, karena partai menerapkan sistem meritokrasi.


“NasDem itu partai terbuka. Siapa saja bisa jadi apa saja. Kalau ada yang pergi, yang datang lebih hebat. Hari ini kita kedatangan jenderal bintang tiga dan wakil gubernur berpengalaman dua periode,” ujarnya.

Ia menutup pernyataannya dengan menyebut bahwa hubungan NasDem dengan keluarga Vanath sudah terjalin lama. “Pak Abdullah Vanath sudah lama kami kenal, apalagi istrinya juga sudah lebih dulu bergabung dengan NasDem,” pungkasnya. (TAB)

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai