AMBON, AT-Meski suksesi ketua DPD Partai Golkar Makuku berlangsung dua bulan lagi, namun sejumlah nama telah mencuat. Mereka memiliki pengalaman dan kapasitas kepemimpinan.
Informasi yang dihimpun Ambon Terkini.Id terdapat nama yang digadang-gadang bakal bertarung mendapatkan kursi ketua DPD Golkar Maluku. Mereka adalah Richard Rahakbauw, Rohalim Boy Sangadji, Abdullah Vanath, dan Abdussalam Hehanussa.
Richard Rahakbauw atau RR merupakan kader tulen Golkar. Anggota DPRD Maluku lima periode beruntun itu, puny pengalaman dan kapasitas mempuni untuk memimpin Golkar Maluku.
Ada pula nama Rohalim Boy Sangadji dalam bursa pencalonan ketua DPD Golkar Maluku. Mantan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Maluku, itu digadang-gadang bakal menggantikan posisi Ramli Ibrahim Umasugi.
Boy dekat dengan Ketua Umum Golkar, Bahlil Lahadalia sejak dari HIPMI. Saat ini Boy merupakan salah satu pengurus DPP Partai Golkar setelah Bahlil dipilih jadi ketua umum. Denga begitu, kans Boy jadi ketua DPD Golkar Maluku sangat terbuka.
Dukungan kepada Boy juga mulai muncul dari kader senior Partai Golkar Maluku, Ridwan Marasabessy, dan Ketua AMPI Maluku, Ericson Betaubun. Mereka menilai Boy punya pengalaman politik dan kepemimpinan untuk membawa Golkar Maluku mengembalikan kejayaannya.
Nama Abdullah Vanath juga mencuat. Dengan posisinya sebagai wakil gubernur Maluku terpilih, Vanath juga punya peluang yang sama menjadi ketua DPD Golkar Maluku. Apalagi, dalam sejarah Golkar, ketuanya selalu dekat dengan kekuasaan.
Misalnya, mantan Wakil Gubernur Zeth Sahuburua sebagai ketua. Kemudian, Said Assagaff, mantan Gubernur Maluku, dan Ramli Umasugi yang menahkodai Golkar saat menjabat Bupati Buru saat itu.
Pengamat politik Universitas Pattimura Ambon, Said Lestaluhu mengatakan, Ketua DPD Golkar Maluku ke depan harus sosok yang mampu menyatukan semua kepentingan secara internal. Sebagai partai besar, Golkar tidak boleh dipimpin oleh orang yang hanya mengutamakan kepentingan kelompok.
Menurut Said, beberapa nama yang mencuat ke publik memiliki potensi, namun Abdulah Vanath dianggap lebih layak menahkodai partai berlambang beringin itu di Maluku.
AV, sapaan Abdulah Vanath memiliki segudang pengalaman dan rekam jejak politik. Selain Bupati Seram Bagian Timur dua periode, Vanath pernah jadi ketua DPD Partai Demokrat Maluku. Saat ini, AV tinggal menanti waktu untuk dilantik sebagai wakil gubernur Maluku. Sehingga ia sudah melalui karir politik di semua level.
"Kalau empat nama ini, Abdullah Vanath lebih cocok karena beliau sudah matang di SBT. Kemudian sekarang terpilih menjadi wakil gubernur Maluku, itu berarti kapasitasnya sudah teruji dan terkoneksi jika dibandingkan dengan sejarah Golkar Maluku yang dipimpin kepala daerah atau wakil kepala daerah atau identik dengan kekuasaan,"jelas Said, Selasa (7/1).
Menurut dia, pemimpin Golkar terdahulu sukses karena mampu merangkul semua kompenen kekuatan di Maluku. Apalagi di tubuh Golkar saat ini ada terjadi faksi-faksi, sehingga figur yang bisa menahkodai Golkar ke depan harus sosok yang bisa menyatukan faksi tersebut dengan melakukan konsolidasi serta merangkul secara menyeluruh.
"Ini penting, karena itu hal yang mendasar dari sebuah partai politik. Untuk menyatukan faksi- faksi, saya kira Abdullah Vanath sangat tepat karena kapasitasnya bukan sebagai kader dan tidak terlibat dengan faksi manapun di internal Golkar," jelas Lestaluhu.
Terkait kedekatan figur lain dengan ketua umum, serta dukungan DPD II dianggap punya peluang, ia mengatakan, kembali kepada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai.
"Tetapi saya kira pada akhirnya voters pasti punya pertimbangan masing-masing, karena menahkodai partai sebesar Golkar di Maluku, butuh pemimpin yang punya dedikasi dan bisa menjamah dan merangkul semua," pungkasnya. (Wahab)
Dapatkan sekarang