MASOHI, AT. – Sebanyak 233 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah mengikuti Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Tahun 2026.
Kegiatan pembukaan dipusatkan di Baileo Ir. Soekarno, Kota Masohi, dihadiri langsung Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir, Wakil Bupati Malteng, Mario Lawalata, bersama jajaran pemerintah daerah dan pihak terkait. Jumat (11/9/2026).
Dari 233 peserta, sebanyak 141 orang merupakan CPNS Golongan III dan 82 orang Golongan II. Berdasarkan jenis kelamin, peserta terdiri dari 179 perempuan dan 54 laki-laki.
Pelaksanaan Latsar tahun ini menggunakan metode blended learning. Sebanyak 140 peserta mengikuti pembukaan secara luring, sedangkan 83 peserta lainnya mengikuti secara daring dari tempat tugas masing-masing.
Dalam arahannya, Bupati Zulkarnain menegaskan bahwa Latsar bukan sekadar tahapan administratif untuk memperoleh sertifikat, tetapi menjadi proses penting dalam membentuk karakter dan kesiapan CPNS sebagai aparatur negara.
“Pahami bahwa Latsar ini bukan sekadar formalitas. Bukan hanya supaya nanti dapat sertifikat, lalu selesai. Ini adalah proses untuk membentuk karakter, kompetensi, disiplin, integritas, dan jiwa pengabdian saudara sebagai calon aparatur negara,” tegasnya.
Menurut Zulkarnain, pilihan menjadi ASN berarti memilih jalan pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, status sebagai CPNS tidak boleh dipahami sebagai jaminan keamanan pekerjaan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar.
“Saudara-saudara sudah memilih menjadi ASN. Artinya, saudara sudah memilih jalan untuk melayani. Jadi jangan berpikir, ‘Saya sudah lulus CPNS, berarti aman.’ Saya tegaskan, itu belum! Justru setelah ini tanggung jawab saudara semakin besar,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat saat ini semakin kritis terhadap kualitas pelayanan pemerintah. Karena itu, ASN dituntut bekerja disiplin, loyal, berintegritas serta memiliki kemauan untuk terus belajar.
“Masyarakat kita sekarang ini semakin kritis. Ketika mereka membutuhkan pelayanan pemerintah, pemerintah harus hadir dan memberikan solusi. Karena itu, jadilah ASN yang bekerja dengan baik, disiplin, loyal, punya integritas, dan terus mau belajar,” ujarnya.
Bupati secara khusus menyoroti pelaksanaan Latsar yang sebagian dilakukan secara daring. Ia meminta peserta tidak menganggap pembelajaran jarak jauh sebagai kesempatan untuk mengikuti pelatihan secara santai.
“Daring itu bukan berarti santai. Jangan sampai nanti kameranya menyala, tetapi orangnya ke mana-mana. Jangan sampai Widyaiswara sedang menjelaskan materi, saudara sedang sibuk dengan urusan lain,” tegasnya.
Karena itu, ia meminta seluruh peserta mengikuti setiap tahapan Latsar dengan serius, mulai dari kehadiran, materi pembelajaran hingga penyelesaian tugas.
“Saya minta, ikuti seluruh rangkaian Latsar ini dengan serius. Hadir tepat waktu, ikuti materi dengan baik, kerjakan tugas, dan jangan menganggap karena pelaksanaannya dari rumah maka pengawasannya juga longgar,” katanya.
Zulkarnain juga mengungkapkan telah meminta BKPSDM Kabupaten Maluku Tengah melakukan monitoring dan evaluasi secara serius terhadap seluruh peserta.
“Kalau ada peserta yang tidak serius, tidak disiplin, atau tidak mengikuti proses sebagaimana mestinya, jangan ragu untuk memberikan evaluasi sesuai ketentuan. Jangan dipaksakan lulus,” tegasnya.
Ia mengingatkan, kesempatan menjadi CPNS merupakan peluang yang tidak dimiliki semua orang sehingga harus dijalani dengan penuh tanggung jawab.
“Banyak orang yang ingin berada di posisi saudara sekarang. Banyak yang ingin menjadi ASN, tetapi saudara yang mendapatkan kesempatan ini. Maka jangan disia-siakan,” ujarnya.
Bupati selanjutnya meminta para peserta mulai membangun kebiasaan disiplin, bertanggung jawab dan bekerja berdasarkan target. Lebih dari itu, setiap pekerjaan ASN harus memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia menekankan pentingnya penerapan nilai dasar ASN BerAKHLAK, yakni Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif.
“Nilai-nilai itu jangan hanya bagus ketika diucapkan, tetapi harus juga kelihatan dalam pekerjaan. Kalau masyarakat datang, layani dengan baik. Kalau masyarakat bertanya, jawab dengan sopan. Kalau ada persoalan, cepat cari dan temukan solusinya,” katanya.
Menurutnya, kualitas pelayanan ASN turut menentukan wajah pemerintah di mata masyarakat.
“Saya sering mengatakan, wajah ASN adalah wajah pemerintah. Kalau ASN-nya ramah, disiplin, cepat dan memberikan solusi, masyarakat akan mengatakan pemerintah hadir. Sebaliknya, kalau pelayanan lambat, tidak peduli, dan masyarakat dipingpong ke sana-kemari, yang dinilai juga pemerintah,” tegas Zulkarnain.
Ia berharap 233 CPNS tersebut dapat menjadi bagian dari masa depan birokrasi Maluku Tengah yang profesional, disiplin dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
“Saudara-saudara adalah bagian dari masa depan birokrasi Maluku Tengah. Saya ingin setelah mengikuti Latsar ini, saudara tidak hanya menjadi ASN yang pintar bekerja, tetapi juga tahu untuk siapa kita bekerja,” katanya.
Menutup arahannya, Bupati menegaskan bahwa ASN bekerja atas kepercayaan negara dan masyarakat sehingga pelayanan publik harus menjadi orientasi utama.
“Kita bekerja untuk masyarakat. Kita digaji oleh negara. Dan negara mempercayakan kepada kita untuk memberikan pelayanan terbaik. Mari kita bangun birokrasi Maluku Tengah yang hadir, bekerja, melayani, dan memberikan solusi,” tandasnya. (AJ).
Dapatkan sekarang