MASOHI, AT. – Upaya pencarian terhadap Ely Watimena, warga yang dilaporkan hilang di perairan Pantai Namasina, Kabupaten Maluku Tengah, terus dilakukan. Hingga Minggu (13/9/2026), korban belum ditemukan dan pencarian diperluas hingga kawasan Teluk Elpaputih.
Ely dilaporkan hilang pada Sabtu (12/9/2026) malam di sekitar Pantai Namasina, tepatnya di belakang kompleks PLN. Informasi awal mengenai kejadian tersebut diterima aparat sekitar pukul 19.00 WIT.
Laporan kemudian diteruskan kepada personel KP.XVI-2007 Mako Sandar Amahai. Sekitar pukul 19.07 WIT, personel KP.XVI-2007 bersama tiga personel Satpolair Polres Maluku Tengah bergerak menuju lokasi untuk melakukan pengecekan.
Dari hasil pengecekan, situasi kemudian berkembang menjadi operasi pencarian. Tim gabungan melibatkan Satpolair Polres Maluku Tengah, KP.XVI-2007 Mako Sandar Amahai, Basarnas Ambon, serta masyarakat pesisir.
Pencarian dipimpin Kasat Polair Polres Maluku Tengah Iptu Agustinus Sahetapy bersama Kapolsek Kota Masohi Ipda J. Sameaputty. Tim mengerahkan satu unit rubber boat milik Satpolair untuk menyisir perairan sekitar lokasi kejadian.
Sebelum operasi dimulai, tim SAR melaksanakan apel dan doa bersama. Pencarian kemudian dilakukan dengan menyisir kawasan Pantai Namasina hingga mengarah ke perairan Teluk Elpaputih.
Masyarakat pesisir juga dilibatkan dalam pencarian. Keterlibatan warga dinilai penting karena masyarakat setempat lebih memahami kondisi dan karakteristik perairan di sekitar lokasi.
Namun, pencarian pada malam hari menghadapi kendala cuaca dan jarak pandang. Operasi akhirnya dihentikan sementara sekitar pukul 00.30 WIT demi keselamatan personel.
Danpos Polairut Amahai, Aipda George Akerina, membenarkan penghentian sementara tersebut.
“Sekitar pukul 00.30 WIT dihentikan proses pencarian dikarenakan jarak pandang sempit dan cuaca memburuk,” ujar Akerina.
Meski dihentikan sementara, operasi pencarian kembali dilanjutkan pada Minggu dini hari.
“Minggu dini hari proses pencarian terhadap Bapak Ely Watimena masih tetap kembali dilakukan,” terangnya.
Hingga pencarian kembali dilanjutkan, Ely Watimena belum ditemukan. Tim gabungan terus memperluas penyisiran dengan mempertimbangkan kondisi arus, angin, jarak pandang dan karakteristik perairan.
Upaya pencarian tersebut juga dilakukan di tengah kondisi perairan Maluku yang saat ini mendapat perhatian BMKG. Dalam prakiraan peringatan gelombang tinggi yang berlaku 13–16 September 2026, BMKG mencantumkan sejumlah perairan Maluku, termasuk Perairan Selatan Maluku Tengah dan Laut Banda, dalam kategori gelombang sedang dengan tinggi sekitar 1,25–2,5 meter.
Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan bagi tim dalam melakukan pencarian di laut, terutama ketika operasi berlangsung pada malam hari.
Hilangnya Ely Watimena masih menyisakan kecemasan bagi keluarga dan kerabat. Tim SAR gabungan bersama aparat dan masyarakat terus berupaya menemukan korban dan memberikan kepastian kepada pihak keluarga. (AJ)
Dapatkan sekarang