AMBON,AT-Untuk memastikan kemajuan pertumbuhan pembangunan dan perekonomian di Kota Ambon pada tahun 2025, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, melaksanakan kegiatan musyawarah perencanaan pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musrenbang RKPD) Kota Ambon.
Penjabat Wali Kota Ambon, Bodewin Melkias Wattimena mengatakan, kegiatan Musrenbang RKPD itu, merupakan perintah Undang-Undang sehingga harus dilakukan. Terlebih lagi tertuang berdasarkan amanat Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) dengan nomor 86 tahun 2017 tentang rencana kerja Pemerintah Daerah dalam penyusunannya memperhatikan sinkronisasi dan harmonisasi terhadap rencana kerja pemerintah pada tahun 2025 berdasarkan tiga kebijakan prioritas.
"Ada tiga kebijakan prioritas, yaitu yang pertama ialah sumber daya manusia berkualitas, melalui peningkatan kualitas pendidikan, dan kesehatan serta penguatan karakter dan jati diri bangsa.
Kedua ialah infrastruktur kualitas, yang diarahkan pada peningkatan infrastuktur konektivitas pengembangan transisi energi percepatan infrastruktur IKN hingga reformasi pengolahan sampah. Ketiga ialah ekonomi inklusif, dan berkelanjutan, yang diharapkan mampu untuk menciptakan lapangan kerja berkualitas, menurunkan ketimpangan, dan menciptakan produk-produk yang ramah lingkungan,"kata dia, saat membuka kegiatan tersebut, di Hotel Kamari, Senin (29/4).
Menurutnya, dengan prioritas pembangunan daerah maka akan diarahkan pada meningkatkan perekonomian kota melalui pariwisata, investasi, pertanian, industri, dan perdagangan, serta koperasi dan UMKM. "Kemudian meningkatkan reformasi birokrasi untuk mewujudkan pemerintahan yang baik, bersih, cerdas, dan profesional. Yang ketiga, meningkatkan layanan pendidikan dan kesehatan yang bermutu adil dan merata. Peningkatan kualitas sumber daya manusia yang unggul dan daya bersaing. Peningkatan percepatan pengurangan angka kemiskinan,"ujarnya.
Dikatakan, selain itu peningkatan penyediaan lapangan kerja yang berkualitas. Dan peningkatan ide budaya lokal serta pembinaan mental spritual dan wawasan kebangsaan.
"Nah yang terakhir itu peningkatan ketersediaan prosedur yang berkualitas. Peningkatan kualitas lingkungan hidup dan ketahanan bencana,"terangnya.
Selain itu, kata dia, berdasarkan indikator pertumbuhan ekonomi pada akhir tahun 2023, ekonomi Kota Ambon bertumpuk positif sebesar 4,47 persen, laju inflasi Kota Ambon kondisi Maret 2024 sebesar 2,80 persen, untuk iron year menurun dibandingkan bulan Februari sebesar 2,89 persen, indikator lainnya yaitu indeks pembangunan manusia Kota Ambon tahun 2023 meningkat menjadi 82,84 dari sebelumnya sebesar 82,44 di Tahun 2022.
"Perkembangan pembangunan kota Ambon sampai dengan tahun 2024, menuntut peran kita untuk cepat menjawab kebutuhan masyarakat melalui kerja dan kinerja yang nyata dan sejalan dengan itu, target pencapaian sasaran strategis pembangunan kota Ambon tahun 2025 dalam penyusunan RKPD dapat digambarkan sebagai berikut,"paparnya.
Sementara itu, pertumbuhan ekonomi ditargetkan pada kisaran 5,50 persen, tingkat pengangguran terbuka di targetkan pada kisaran 10-11 persen. Yang ketiga, inflasi di targetkan kurang dari 5 persen. Yang keempat, presentasi penduduk miskin di targetkan pada kisaran dibawah 4,30 persen,"paparnya.
Selain target tersebut peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pertumbuhan dan pencapaian standar pelayanan minimal daerah tetap menjadi fokus Pemerintah Kota Ambon.
"Dilain sisi, Tahun 2025 merupakan tahun strategis, dikarenakan menjadi tahun dasar awal rencana pembangunan jangka panjang daerah provinsi Maluku dan rencana pembangunan jangka panjang daerah Kota Ambon periode 2025-2045, sehingga penting bagi kita untuk meletakkan dasar yang kuat pondasi pelaksanaan transformasi baik bidang sosial ekonomi dan tata kelola pemerintahan,"bebernya.
Untuk itu, dirinya berharap, para peserta Musrenbang RKPD Kota Ambon tahun 2025, dapat memberikan masukan dan pikiran yang konstruktif Untuk penyempurnaan rancangan RKP di Kota Ambon tahun 2025.
"Proses pembangunan yang kita lakukan selama beberapa tahun terakhir sudah menunjukkan arah yang positif. Perkembangan yang positif dan dua persoalan yang saya sampaikan tadi itu persoalan krusial yang mesti menjadi perhatian kita bersama.Oleh karena itu, lewat peran berbagai OPD diharapkan dapat menjawab dua persoalan yang saya sampaikan tadi. Di samping proses untuk terus melaksanakan pembangunan di berbagai sektor pembangunan yang ada,"pungkasnya. (MG2).
Dapatkan sekarang