AMBON, AT.-- Puluhan masyarakat Dusun Rounussa, Desa Sepa kembali terobos kantor Bupati Maluku Tengah, Kamis (24/3) demi mempertanyakan kejelasan ganti rugi yang telah dijanjikan oleh Bupati Maluku tengah, Tuasikal Abua.
Salah satu warga yang datang lalu kemudian dihalangi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), menyatakan bahwa mereka seperti dipermainkan oleh Pemerintah Maluku Tengah."Bapak Bupati yang buat katong (kami) sampai begini," teriak salah satu pria yang tergabung dalam aksi itu, Kamis (24/3).
Menurutnya, mereka datang karena ketidakjelasan pemerintah daerah atas ganti rugi yang sebelumnya telah dijanjikan awal Januari 2022."Katong (kami) tunggu kejelasan, tapi sampai saat ini belum jelas," lanjutnya.
Warga Rounuasa, kata dia, sangat kecewa dengan pemerintah daerah karena ganti rugi terhadap 667 jenis tanaman yang ditebang belum juga diselesaikan. Padahal, warga telah membuat rekening sesuai arahan pemerintah.
"Kami ini sudah ikut arahan, disuruh buat rekening, kami buat. Bahkan kita harus pinjam uang untuk buat ini barang," ungkapnya.
Asisten I Setda Maluku Tengah, Wem Istia yang menerima warga Rounussa, meminta agar mereka bersabar karena bupati tidak sedang melakukan kunjungan kerja. "Yang disampaikan, akan kami laporkan ke bapak bupati," ujarnya. (dw)
Dapatkan sekarang