AMBON,AT-Puluhan Masyarakat Negeri Naku dan Mata Ruma Parentah, Kecamatan Leitimur Selatan, berdemonstarai di depan Balai Kota dan Kantor Dewan Pemerintah Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ambon terkait penolakan Pelantikan Zadrak Gaspersz sebagai Raja Naku, Kamis (9/11).
Aksi yang dipimpin Kepala Soa Negeri Naku, Charles Defretes berlangsung sekira pukul 10.20 WIT itu di kawal ketat oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Sarpol Pp) dan Anggota Kepolisian.
"Kedatangan kami hari ini meminta kepada Penjabat Walikota Ambon, Boedewin Wattimena untuk menghentikan atas rencana pelantikan saudara Zadrak Gaspers sebagai Raja Negeri Naku," teriak Charles dalam orasinya.
Sekali lagi kami tekankan bahwa, Gaspers bukan bagian dari garis keturunan lurus dari mata Rumah Parenta di Negeri Naku. Yang berhak adalah keturunan Patty Gaspers yang memerintah asli di Naku sejak tahun 1810 sesuai dengan bukti yang ada sampai saat ini.
"Sekali lagi kami mau sampaikan Zadrak bukan merupakan keturunan garis lurus yang diatur oleh Undang-undang. Pernyataan sikap ini kami sampaikan kepada Bapak PJ Walikota Ambon semoga dapat perhatikan dan menerima pernyataan dan penolakan kami," tegas Charles.
Kekosongan Kepala Pemerintah di Negeri Naku, jelas Charles, ini sudah hampir kurang lebih 30 tahun berjalan. Dengan kekosngan tersebut bukan berarti kita sengaja untuk mengulurkan waktu, tetapi karena kita diperhatikan dalam beberapa permasalahan di antaranya, konflik di daerah ini yang memakan waktu 10 tahun lebih yang tertumpuk dengan Perda yang tidak bisa menjaminkan kepastian hukum bagi masyrakat adat di Negeri Naku sendiri.
"Kami tetap menolak Zadrak, " tegasnya lagi.
Kata dia, sebagai warga dan anak adat Negeri Naku, kami menginginkan seorang pimpinan seorang raja defenitif yang layak dan mampu untuk memimpin Negeri Naku ini sesuai dengan garis keturunan.
"Kami tegas sekali lagi kepada bapak Bodewin Wattimena supaya tidak akan ambil kebijakan yang bertentangan dengan sejarah dan hukum adat yang ada di Negeri Naku ini, " pintanya.
Dia menuturkan, Perneg yang ditetapkan oleh Saniri Negeri dan Pemerintah Negeri Naku dinyatakan bahwa dia adalah Garis keturunan lurus padahal sejarah tidak membuktikan seperti itu
Sekali lagi kami nyatakan kalau permintaan kami ini tidak di tindak lanjuti, maka kami akan lakukan hal-hal yang sesuai dengan kewengaan kami sebagai anak negeri adat Naku.
"Kita mengharapkan untuk nantinya kita memperoleh seorang raja yang definitif di Negeri Naku untuk memiliki raja, itu sesuai dengan hukum adat istiadat kami. Sebab kalau sampai melewati adat berarti itu akan menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat kita sendiri", harapnya. (JP)
Dapatkan sekarang