AMBON,AT- Hingga akhir pekan kemarin, pasukan Bantuan Kendali Operasi (BKO) Polresta Ambon dan Pulau-pulau Lease masih ditempatkan di Negeri Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng).
BKO disiagakan di kampung sepakbola pasca bentrok antar dua kelompok warga yang menyebabkan tewasnya salah seorang warga.
Untuk mencegah hal-hal yang tidak dinginkan kembali terjadi, warga pun meminta personil BKO dibawah kendali Iptu Reymond Manuhutu agar tidak ditarik.
"Kami meminta pasukan BKO ditarik dari Negeri Tulehu," pinta Ahmad Lestaluhu, Tokoh Pemuda Negeri Tulehu saat bincang-bincang dengan Ambon Terkini di Tulehu, kemarin.
Lanjut Ahmad, kehadiran BKO membuat warga bisa beraktifitas dengan nyaman.
"Kami tidak menyalahkan siapa-siapa. Kami hanya ingin negeri ini tenang dan damai tanpa gangguan keamanan, makanya kehadiran personil ini (BKO) sangat kami butuhkan, terutama pak Rey (Manuhutu)," pintanya lagi.
Jujur, kata Ahmad, Pak Rey sangat luar biasa dalam meredam konflik di Tulehu, melalui pendekatan persuasif, maupun program selama bertugas di Tulehu sangat luar biasa dan efeknya bisa kami rasakan.
"Kami minta kepada pak Kapolres agar tidak menarik personil BKO terlebih pak Rey dari Tulehu, ini keinginan kami selaku warga Tulehu," tegas alumni IAIN Ambon ini.
Ahmad menilai, sepak terjang untuk meredam konflik patut diperhitungkan.
"Lihat saja bagaimana saat dia (Rey) berhasil melakukan pendekatan dengan warga pasca konflik Hitu-Wakal, begitu juga di Tulehu, jadi biarkan Pak Rey bertugas untuk memimpin BKO di Tulehu," harap Ahmad.
Memang, imbuh Ahmad, Tulehu telah memiliki raja definit belum lama ini, namum kita tidak bisa meprediksi terjadinya konflik, makanya pak Rey harus tetap dipertahankan sebagai kepala BKO di Tulehu.
"Intinya, pak Rey baru melakukan tugasnya , jadi jangan ditarik dulu. Ini keinginan kami selaku warga Tulehu," pungkasnya.
Sementara itu, Reymond Manuhutu, Perwira Pengendali Keamanan Negeri Tulehu menuturkan, ia sangat berterima kasih kepada warga yang menginginkan dirinya agar tetap memimpin BKO di Tulehu.
"Ini keinginan warga, bukan keinginan saya.Kami hanya berusaha untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ungkapnya.
Rey, sapaan akrab Reymond juga berharap, insiden seperti yang kemarin, tidak lagi terjadi di kemudian hari. Pasalnya, dapat merugikan banyak pihak termasuk trauma yang berkepanjangan.
“Kami berharap semoga tidak terjadi peristiwa-peristiwa yang tidak kita inginkan. Jaga keamanan itu bukan tanggung jawab kami semata, namun peran warga juga sangat dibutuhkan," demikian Rey.(CAL)
Dapatkan sekarang