UT Ambon Gelar OSMB dan LPKBJJ Semester Ganjil
Direktur Universitas Terbuka (UT) Ambon, Yuli Tirtariandi El Anshori memberikan materi pada Orientasi Studi Nahasiswa Baru (OSMB) dan Layanan Pendukung Kesuksesan Belajar Jarak Jauh (LPKBJJ) periode 2023-2024 semester ganjil di Ambon, kemarin.--Istimewa.
FaizalLestaluhu
19 Sep 2023 06:09 WIT

UT Ambon Gelar OSMB dan LPKBJJ Semester Ganjil

AMBON,AT-Untuk mengetahui metode pembelarajan yang baik dan benar, Universitas Terbuka (UT) Ambon menggelar Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) dan Layanan Pendukung Kesukseskan Belajar Jarak Jauh (LPKBJJ) periode 2023-2024 semester ganjil yang berlangsung di salah satu di hotel ternama di Kota Ambon, kemarin. 

Direktur UT Ambon, Yuli Tirtariandi El Anshori menjelaskan, kegiatan OSMB dan LPKBJJ merupakan sebuah langkah strategis yang diimplementasikan sehingga mahasiswa dapat mengetahui metode cara belajar sistem perkuliahan jarak jauh yang diterapkan Universitas Terbuka (UT) Ambon.

“Tentunya agak sedikit berbeda dengan mereka yang berkuliah secara tatap muka atau konvensional, sehingga dibutuhkan trik atau strategi khusus bagaimana mereka menyikapi belajar dengan sistem metode pendidikan pembelajaran jarak jauh,”  jelas Yuli.

Orang nomor satu di UT Ambon ini mengaku, kegiatan tersebut secara luring dan serentak di tiga wilayah yakni, Kota Ambon, Kota Masohi, dan Namlea. Kegiatan tersebut diikuti oleh 1.200 siswa yang telah melakukan admisi atau sudah terdaftar.

“Khusus untuk Kota Ambon peserta yang kengikuti kegiatan tersebut sebanyak 150 orang,”  sebut dia.

Menurutnya, bagi untuk yang tidak mengikuti kegiatan secara luring akan diadakan secara daring pekan dekan untuk 11 kampus UT di kabupaten dan kota.

"Kami akan terus melakukan penjajakan untuk bekerjasama dengan pemerintah daerah (Pemda) karena masih ada beberapa Pemda yang mungkin belum mengalokasikan dari sebagian dana untuk peningkatan kapasitas SDM untuk berkuliah di Universitas Terbuka (UT) Ambon,”  katanya.

Yuli menuturkan, UT Ambon tidak lagi seperti persepsi orang bahwa kampus yang dipimpinnya itu tempat kuliahnya orang-orang yang sudah tua, tetapi lebih banyak pemuda milenial yang memilih kuliah di UT Ambon.

“Untuk diketahui semester ganjil tahun ini mahasiswa baru yang mendaftar rata-rata usianya di atas 25 tahun. Itu artinya mereka yang baru lulus SMA tahun ini ataupun lulus tahun kemarin,”  terang dia.

Direktur yang dikenal ramah dan tegas ini berharap, dengan hadirnya UT Ambon di Provinsi Maluku semakin dikenal oleh kalangan milenial baik ASN, BUMN maupun masyarakat sehingga pada gilirannya Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang dipimpinnya itu dapat memberikan akses pendidikan tinggi yang dirasakan oleh semua lapisan masyarakat sebagai bukti lain untuk menjangkau yang tak terjangkau.

“Komitmen UT Ambon adalah meningkatkan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi di Provinsi Maluku, meningkatkan angka indeks pembangunan manusia di Provinsi Maluku sekaligus sebagai bukti kontribusi untuk memberikan akses pendidikan. tinggi yang semakin bisa dirasakan oleh semua lapisan masyarakat, “ demikian Yuli. (AKS)

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai