AMBON,AT.--Jaswin Kaur Dhillon, finalis Puteri Indonesia 2022 asal Maluku mengusung tema literasi. Menurut dia, literasi berhubungan banyak hak hal, terutama pendidikan yang merupakan hak asasi manusia.
Tema literasi ini ia realiasikan lewat prpogram Kele Par Kalesang yang artinya merangkul untuk merawat. Gerakan ini bertujuan untuk meningkatkan semangat dan budaya literasi Indonesia Timur, khususnya Maluku.
Bukan tanpa asalan, ia memilih tema itu. Menurut lulusan desain interior dari Universitas Tarumanegara Jakarta, literasi di Maluku masih rendah. “Di Maluku sendiri berada di posisi 26 dari 34 provinsi mengenai tingkat kegemaran membaca,”ujar Jaswin saat konferensi pers di Carita Café, Sabtu (26/2).
Ia sering mengikuti kegitan teaching and traveling (belajar sambil jalan-jalan). Mengajar anak di daerah terpencil, mendokasikan buku dan uang bagi pengembangan infrastruktur atau saran taman bacaan di desa-desa, jadi aktivitasnya selama traveling tersebut.
“Kegiatan sosial ini untuk membantu adik-adik di Indonesia Timur, khususnya dalam bidang literasi dan pendidikan,”jelasnya.
Sebab menurut dia, literasi--dalam berbagai jenis--yang rendah bisa berdampak ganda. Termasuk menyebabkan tingginya angka putus sekolah , kurangnya kepercayaan diri, dan kesulitan mendapatkan pekerjaan yang layak.
Lewat program Kele Par Kalesang gadis berkurunan Gorom, itu akan melaksanakan tiga kegiatan utama, yakni Sadar Digital, Gempur Buta Huruf, dan Mampu Berhitung (literasi numerasi). Ada empat tujuan penting dari program itu, yaitu meningkatkan budaya dan semangat literasi, mengolah informasi dan meningkatkan kapasitas diri, mempunyai andil dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia Timur khususnya Maluku, dan membantu menciptakan sumber daya manusia yang memiliki daya siang global.
“Menurut saya, sangat penting sekali karena di era transformasi saat ini, orang-orang harus peka terhadap teknologi. Seperti kita sekolah online membutuhkan membutuhkan perangkat teknologi untuk bicara dengan guru atau dosen,”papar perempuan berusia 23 tahun itu.
Selain untuk proses belajar dan mengajar, penguasaan terhadap teknonologi komunikasi dan informasi juga membantu pelaku usaha memasarkan produknya hingga seluruh dunia. Tetapi, harus dibentengi dengan literasi yang baik agar tidak tertipu dengan informasi atau berita bohong (hoaks) .
“Bagaimana memilah mana berita hoaks dan mana yang bukan hoaks. Ketika kita mendapat sebuah informasi, kita verifiksi dan konformasi terlebih dulu, baru bisa menshare,”jelasnya.
Sementara lewat kegiatan Gemput Buta Huruf, Jaswin membagikan 1000 buku setiap tahun kepada taman baca atau siapapu, terutama anak-anak yang membutuhkan. Tujuannya agar anak-anak tidak bosan dengan hanya membaca buku-buku pengetahuan atau mata pelajaran.
Buku-buku yang akan didonasikan seperti novel, ensiklopedia dan lainnya. “Supaya semangat membaca mereka terus meningkat,”katanya.
Jaswin juga akan mengajarkan trik cepat menghitung bagi siswa. Program literasi numerasi ini akan ia sosialisikan di beberapa sekolah di Maluku. Ia yakin, lewat program dan kegiatan-kegiatan sosial tersebut, dapat mengantarkannya hingga ke babak grand final dan bahkan pemenang Puteri Indonesia 2022.
“Menurut ku, dengan beberapa program itu dapat membawa saya menuju final. Karena saya tahu, pendidikan itu sangatlah penting. Pendidikan merupakan aset dan hak yang dasar untuk dimikliki semua orang adalah pendidikan,”tandas gadis blasteran Indonesia (Jawa-Maluku) dan India itu.
Jaswin merupakan salah satu finalis Puteri Indonesia 2022. Ia mewakili Provinsi Maluku. Resmi terpilih sebagai Puteri Indonesia Maluku 2022 setelah berhasil menaklukkan audisi nasional tahap kedua yang digelar di Graha Mustika Ratu, Kamis (20/1) lalu.
Salah satu direktur di Trans TV itu akan berkompetisi pada pagelaran Pemilihan Puteri Indonesia tingkat nasional yang digelar pada Mei 2022 mendatang. Jaswin meminta dukungan masyarakat Maluku. (tab)
Dapatkan sekarang