AMBON, AT.- Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wassalam (SAW) merupakan seorang sosok manusia yang dipilih oleh Allah SWT sebagai solusi sampai akhir zaman.
Hal ini disampaikan Ustaz Habib Rifqi Alhamid di Podcast Ambon Ekspres bersama Zen Anwar sebagai host dalam rangka menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW yang berlangsung di lantai 3 Graha Ameks, Selasa 11 Oktober 2022.
“ Ahklaknya Nabi Muhammad dipuji langsung oleh Allah SWT, bukan manusia. Kalau manusia yang memujinya, berarti ada tanda kutib tujuan, “ ucap Ustaz Habib Rifqi Alhamid.
Menurutnya, tanpa Nabi Muhammad, semua umat muslim di belahan dunia tidak akan mengetahui adanya Idul Fitri dan Idul Adha karena meskipun sifat dan akhlaknya Rasullah SAW ini ditulis sampai akhir zaman tidak akan pernah habis.
Ustaz yang dikenal ramah ini menyebutkan, sifat yang dimiliki nabi Muhammad antara lain, kesabaran, kecerdasan, kehebatan, nasionalisme dan lain – lain.
Dia menceritakan, pada zamannya Nabi Muhammad pernah mendengar seekor Rusa (Kijang) menangis saat menyusui anaknya. Kala itu, hewan tersebut melihat mukjizat nabi Muhammad. Kemudian saat kijang melepaskan anaknya dan berlari anak kijang tersebut mengucapkan terima kasih kepada Nabi Muhammad.
Dari kisah tersebut, dia meminta kepada semua umat muslimin dan muslimah di belahan dunia agar dapat mencontohi sifat dan akhlak Nabi Muhammad tanpa memandang dan mengurangi sedikit pun rasa cinta kepada nabi.
Dia mengaku, saat Nabi Muhammad berjiarah ke Madina, ia bertanya di hadapan sahabatnya “Naba Alwa Ahjabi” yang artinya kapan saya akan bertemu kecintaanku?. Saat mendengar ucapan nabi Muhammad, para sahabat pun bertanya “ bukankah kami yang engkau cintai ? “. Rasullah pun menjawab kalian adalah sahabtku.
Dari kisah tersebut menjelaskan bahwa cinta Nabi Muhammad adalah suatu kaum sesudahnya yang selalu beriman, cinta dan kenal kepadanya tanpa memandang.
" Sungguh beruntungnya manusia yang mendapatkan kecintaan Nabi Muhammad sampai hari kiamat kelak nanti, “ singkatnya.
Menyinggung soal keterlibatan para ulama dalam dunia pemerintahan , pihaknya menilai bahwa ada niat untuk melakukan perubahan dari dalam maupun internalnya. Dengan demikian, dia mengaku, seorang pemimpin tidak terlepas dari tokoh agama.
Pihaknya menambahkan, fungsi ulama adalah sebagai filter atau barometer kedekatannya kepada Allah SWT sehingga jika dalam dunia politik ada sebuah janji yang disampaikan, maka janji tersebut harus di tepati atau di penuhi, karena janji adalah hutang yang harus di bayar dan akan dipertanggungjawabkan sampai hari kiamat kelak nanti.
Di sebuah daerah sebut dia, ada dua menusia. Jika mereka berdua baik, maka baiklah daerah itu. Sebaliknya jika satu diantara keduanya itu tidak baik, maka hancurlah daerah itu.
Selain ulama, pendeta, uskup juga merupakan penyambung masyarakat. Karenanya, untuk membangun Maluku dibutuhkan sinergitas tokoh – tokoh agama.
Dia meminta kepada Ambon Ekspres untuk menghadirkan para ulama, pendeta maupun uskup di Podcast Ameks untuk membicarakan kemajuan daerah.
“ Saya meminta agar semua tokoh agama di Maluku di hadirkan disini untuk bersinergitas dalam rangka menyatukan konsep untuk membangun Maluku lebih baik kedepan. Jadi jangan hanya ustad saja yang dihadirkan disini, tetapi pendeta dan Uskub pun penting untuk dihadirkan karena kita semua adalah basudara orang Maluku, “ pintanya. (AKS)
Dapatkan sekarang