AMBON,AT-Ziarah ke makam orang tua serta sanak saudara yang telah meninggal dunia usai salat ied atau di hari pertama hari Raya Idul Fitri merupakan tradisi masyarakat Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah Sampit, yang sampai saat ini masih terjaga.
Puluhan hingga ratusan warga berduyun-duyun memadati pemakaman-pemakaman khususnya yang tersebar di kampung sepakbola tersebut.
Seperti di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kampung Lama, Kampung Baru hingga Sarimadu, usai melaksanakan salat Idul fitri, secara berangsur pemakaman itu mulai dipadati masyarakat setempat.
Sejumlah masyarakat membawa air serta bunga untuk ditabur di atas pemakaman sanak saudara yang telah meninggal dunia.
Ita Umarella, salah satu peziarah mengatakan, ia bersama keluarganya telah rutin setiap tahun mendatangi TPU tersebut setelah melaksanakan salat idul fitri.
"Alhamdulillah, setiap tahun tetap seperti ini, ziarah ke pemakaman keluarga sudah menjadi tradisi saya dan keluarga," ungkapnya kepada Ambon Terkini, Sabtu (22/4) di Tulehu.
Menurut dia, radisi ziarah kubur tersebut biasanya ramai dilakukan sehari sebelum bulan ramadan dan hari pertama lebaran.
"Kami datang ziarah sambil membersihkan makam," ujarnya.
Saat dipemakaman, tutur Ita, ia dan peziarah lainnya biasanya memanjatkan doa untuk yang sudah meninggal, membaca Surat Yasin serta Tahlil serta membersihkan pemakaman kerabat dan sanak saudara jika terlihat kotor atau banyak semak.
“Setiap hari raya Idul Fitri ziarah ke kubur ini, tidak hanya dihari raya saja namun sebelum memasuki Bulan Ramadan dan Hari Raya Idul juga ziarah. Kebetulan ini makam orang tua, makam kakek, nenek dan beberapa makam keluarga,” terang dia.
Senada disampaikan Siti Zahra Malabar. Zahra merasa besyukur dapat beziarah ke makam keluarga di Idul Fitri 1444 Hijriyah.
“Saya ikut ke makam dengan keluarga. Tahun kemarin di Sukabumi dan tidak bisa kumpul keluarga disini karena Covid, tapi Alhamdulillah tahun ini bisa pulang dan ziarah ke makam keluarga,” singkat Zahra.(CAL)
Dapatkan sekarang