TIAKUR, AT.--Balai Besar Vertenier Maros Kementerian Pertanian (Kementan) menggandeng Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Manajemen Peternakan dan Kesehatan Hewan tahun 2022 di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD). Bimtek itu dilaksanakan di Gedung Serbaguna Kota Tiakur, Rabu (18/5) pagi.
Hadir anggota DPR RI Komisi IV Dapil Maluku, Saadiah Uluputty, Kepala Balai Besar Veteriner Maros Kementerian Pertanian RI, Risman Mangidi, Sekretaris Daerah Kabupaten MBD Alfonsius Siamiloy, bersama OPD terkait.
Sekda MBD mengapresiasi kegiatan Bimtek tersebut. "Kegiatan ini tidak di sini saja, namun dapat dilanjutkan dengan pengembangan terutama pembibitan dan pedagang ternak, ada ahli teknologi dan pelatihan-pelatihan disampaikan sehingga dapat membahwa kesejahteraan bagi masyarakat," harapnya.
Sementara Saadiah Uluputty mengatakan, Bimtek ini dapat memberikan informasi terbaru dan keterampilan manajemen hewan ternak di MBD yang mempunyai komoditi unggul, yakni kerbau Moa, kambing Lakor dan domba Kisar.
"Kehadiran saya bersama pihak ini menjadi satu instrumen untuk bertemu dengan para peternak guna mendengar aspirasi mereka kemudian persoalan-persoalan dan permasalahan seputar peternakan. Hari ini juga kita akan ke kawasan peternakan untuk melihat beberapa daerah yang ada hewan ternak, khususnya kerbau Moa," ujarnya.
Menurutnya, ini menjadi catatan bagi anggota DPR RI Dapil Maluku untuk memperjuangkan beberapa hal, baik sarana prasarana secara teknis di kelembagaan-kelembagaan teknis yang harus disediakan, serta kesiapan regulasi yang harus ditata dan diperbaiki dan dibuat bagi yang belum ada. Saat ini sudah ditetapkan plasma nutfa di MBD khusus kerbau Moa.
"Tapi kita juga baiknya mengusulkan selain itu daerah asal bibit, menetapkan daerah sumber bibit di MBD khusus kerbau Moa sehingga ditetapkan kementerian agar menjadi perhatian," ucapnya.
Kepala Balai Besar Veteriner Maros Kementerian Pertanian, Risman Mangidi, mengakui pihaknya dipercayakan sebagai Satker pelaksanaan Bimtek. Kegiatan ini merupakan inisiasi dari anggota DPR RI Komisi IV.
"Kebetulan kami dampingi adalah aspirasi dari ibu Saadiah Uluputty untuk wilayah MBD. MBD belum sama sekali kami kunjungi. Hari ini kami sudah mendengarkan dan melihat sendiri terkait keberadaan Kerbau Moa, Domba Kisar dan Kambing Lakor, yang dimana potensi ini sangat besar sehingga kami akan mencatat dan mendengarkan apa yang disampaikan dalam Bimtek ini," katanya.
Kata dia, pihaknya akan mencoba mengembangkan potensi peternakan di MBD terutama pengembangan Kerbau Moa, Domba Kisar dan Kambing Lakor tersebut.
"Kita tidak bisa laksanakan sendiri namun membutuhkan dukungan Komisi IV DPR RI. Kami yakin keberadaan ibu Saadiah Uluputty yang adalah wakil rakyat asal Maluku ini bisa memberikan kami motivasi dan dorongan serta mendampingi kami sehingga kita dapat mengembangkan Kerbau Moa di MBD," pungkasnya. (DT)
Dapatkan sekarang