Uang Jaspel dan Insentif Belum Dibayar, Dokter di RSUD KKT Mogok Kerja
RSUD dr. P.P. Magretti di Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar
Admin
08 Sep 2022 21:21 WIT

Uang Jaspel dan Insentif Belum Dibayar, Dokter di RSUD KKT Mogok Kerja

SAUMLAKI, AT -Semua dokter di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) P. P. Magretti Kabupaten Kepulauan Tanimbar mogok kerja dengan alasan mengajukan izin secara bersamaan. Pasalnya, mereka belum menerima uang jasa pelayanan (Jaspel) BPJS dan insentif.

Pemerintah Daerah KKT belum membayar uang Jaspel sejak Oktober 2021 hingga 2022, dan insentif bagi para dokter dan tenaga kesehatan terhitung Januari tahun ini. Aksi mogok para dokter menyebabkan pelayanan terganggu.

Seorang dokter yang tak ingin disebutkan namanya mengatakan, mereka belum menerima jasa pelayanan BPJS sejak Oktober 2021 hingga Agustus 2022. Begitu juga insentif. 

"Biasanya kami menerima uang Jaspel ini paling telat tiga bulan. Ini sudah 11 bulan kami belum menerima," jelasnya kepada Ambon Ekspres, Kamis (8/9). 

Direktur RSUD P.P. Magretti dr. Fully Nuniary, yang dikonfirmasi media ini usai rapat bersama dengan Pemda yang dipimpin langsung oleh Sekda Ruben Moriolkosu, membenarkan bahwa dana Jaspel maupun insentif dokter belum dibayarkan. Alhasil, dalam rapat koordiansi bersama para dokter dan Pemda, masalah ini telah diakomodir.

"Bukan mogok, tapi mereka ajukan izin secara bersamaan. Untuk itu kita ajukan hearing dengan Pemda dan masalah utamanya ya insentif. Bukan hanya untuk para dokter tapi semua para perawat juga," jelas Fully.

Fully mengaku, telah disepakati untuk Surat Perintah Membayar (SPM) dikeluarkan, sehingga pencairan anggaran tersebut dapat direalisasi. Memang diakui, pada 2021 pos anggaran ini telah masuk dalam batang tubuh APBD. 

Namun dalam proses pembayaran terhitung bulan April hingga September saja yang terlayani.

"Kisaran Jaspel BPJS itu mencapai Rp1 miliar hanya untuk 2021. Sedangkan insentif kan untuk dokter spesialis Rp35 juta per orang, dokter umum Rp15 juta yang harus dibayarkan setiap bulan. Jadi total dokter spesialis ada tujuh orang dan 12 dokter umum," pungkasnya. (SAY)

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai