NAMROLE,AT-Wakil Bupati Buru Selatan, Gerson Elieser Selsily menegaskan, harus ada langkah inovatif dari petugas Puskemas untuk memperbaiki dan melakukan sebuah proses pelayanan, terhadap upaya menurunkan angka stunting di Kabupaten Buru Selatan. Hal ini dikarenakan, stunting di Kabupaten Buru Selatan saat ini masih tinggi dan berada diatas angka 40 persen. Hal ini dipaparkan Selsily kepada pers disela-sela kegiatan Monitoring dan Evaluasi Penanganan Stunting yang dilakukan di Puskesmas Namrole, kemarin.
Dijelaskannya, beberapa kali, petugas Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), telah melakukan rapat bersama dengan petugas Pukesmas dalam wilayah Bursel. Selain itu, koordinasipun sudah dilakukan dengan kepala desa dan berbagai pihak, dan juga stakeholder lain dalam upaya menurunkan angka stunting, tetapi itu belum cukup bagi.
“Hari ini kami mencoba melakukan monitoring dan evaluasi di beberapa Puskemas, salah satunya Puskemas Namrole. Langkah ini dilakukan untuk mengecek langsung, seberapa jauh penanganan yang telah dilakukan dalam rangka menurunkan angka stunting.” tegasnya.
Selsily yang juga ketua TPPS Kabupaten Buru Selatan ini mengatakan, pelayanan yang maksimal harus dilakukan petugas Puskemas untuk percepatan penurunan stunting.
“Petugas Puskesmas harus menjangkau semua balita terutama mereka (Balita) yang diduga stunting. Stunting harus Betul-betul mendapatkan penanganan khusus jika mau angkanya menurun,” ingatnya.
Olehnya itu, lanjut Sesily, langkah monitoring yang dilakukan di Puskemas Namrole dan beberapa Puskesmas dalam wilayah Kota Namrole sebagai bentuk evaluasi.
“Kami berharap pasca monitoring dan evaluasi, pihak Puskemas bisa melakukan kerjasama dengan semua stakeholder dan harus bekerja keras. Katong harus bergandengan tangan untuk potong pele, kas putus stunting di Buru Selatan," ucapnya.
Terkait koordinasi dengan pemerintah desa dalam upaya penanganan stunting, Sesily mengaku telah melakukannya.
“Kita juga sudah lakukan koordinasid dengan pemerintah desa untuk tetap fokus melakukan kegiatan rutinitas, dalam hubungan dengan pemberian makanan tambahan, maupaun memperhatikan dengan sungguh Posyandu-Posyandu yang ada di tingkat desa. Kalau itu dilakukan, " jelasnya.
Dijelaskan, wilayah geografis merupakan salah satu kendala yang dihadapi dalam upaya menurunkan stunting. Apalagi dimusim penghujan atau musim timur seperti saat ini.
“Petugas akan sangat kewalahan untuk melakukan tugasnya terutama untuk daerah–daerah atau desa yang harus dilalui dengan transportasi laut, dan juga melewati sungai. Itu kendala utamanya,” kuncinya.
Sementara itu, Muhamad Kasim Solisa, Kepala Puskesmas Namrole mengaperasi sungguh kunjungan yang dilakukan Wakil Bupati Buru Selatan, Gerson Elieser Selsily sekaligus Monitoring dan Evaluasi penanganan stunting di Puskemas Namrole.
“Sebagai pimpinan Puskemas, saya memberikan apresaisi sungguh atas kunjungan ini. Ini bentuk perhatian pemerintah daerah kepada masyarakat di kabupaten Bursel terutama dalam wilayah Kecamatan Namrole dalam rangka penurunan stunting,” ungkapnya.
Solisa mengaku, ada kekurangan-kekurangan yang terjadi di Puskemas Namrole dalam pelayanan kepada masyarakat termasuk dalam upaya penurunan stunting.
“Khusunya untuk kunjungan petugas Puskemas ke Posyandu di tingkatkan desa kita tidak kontinyu. Kedepan kita akan memaksimalakan pertugas untuk kontinyu melakukan kujungan ke Posyandu dan ini harus dilakukan,” janjinya.
Kondisi wilayah juga, kata Solisa, memengaruhi petugas dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab kunjungan ke desa terutama di Posyandu. Apalagi dengan kondisi cuaca ekstrim seperti saat ini.
“Ini akan menjadi bahan evaluasi untuk kita akan bekerja lebih ekstra untuk melakukan Tugas-tugas dalam rangka menurunkan angka stunting di Buru Selatan ,” tutupnya. (ESI)
Dapatkan sekarang