Turunkan Stunting, Butuh Langkah Inovatif dari Puskesmas
Wakil Bupati Buru, Selatan Gerson Elieser Selsily yang juga ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting ( TPPS) didampingi Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Wa Jeni saat melakukan Monitoring dan Evaluasi terkait penurunan Stunting di Puskemas Namrole, kemarin. --Edy/Ameks.
FaizalLestaluhu
19 Jul 2023 23:24 WIT

Turunkan Stunting, Butuh Langkah Inovatif dari Puskesmas

NAMROLE,AT-Wakil Bupati Buru Selatan, Gerson Elieser Selsily menegaskan, harus ada  langkah inovatif dari petugas Puskemas untuk  memperbaiki dan melakukan sebuah proses pelayanan, terhadap upaya menurunkan angka stunting di Kabupaten Buru Selatan.    Hal ini dikarenakan, stunting di Kabupaten Buru Selatan  saat ini masih tinggi dan berada diatas angka 40 persen. Hal ini dipaparkan Selsily kepada pers disela-sela kegiatan Monitoring dan Evaluasi Penanganan Stunting  yang dilakukan di Puskesmas Namrole, kemarin. 

Dijelaskannya, beberapa kali, petugas Tim Percepatan Penurunan  Stunting (TPPS),  telah  melakukan rapat bersama dengan   petugas   Pukesmas  dalam wilayah Bursel. Selain itu, koordinasipun sudah dilakukan  dengan  kepala desa dan berbagai pihak,  dan juga stakeholder lain  dalam  upaya menurunkan angka stunting,  tetapi itu belum cukup bagi.  

“Hari ini kami mencoba melakukan monitoring dan evaluasi  di beberapa Puskemas, salah satunya Puskemas Namrole. Langkah ini dilakukan  untuk mengecek langsung,  seberapa jauh penanganan   yang telah dilakukan dalam rangka menurunkan angka stunting.” tegasnya. 

Selsily yang juga ketua TPPS Kabupaten Buru  Selatan ini mengatakan,   pelayanan yang maksimal harus dilakukan petugas Puskemas untuk percepatan penurunan stunting.

“Petugas Puskesmas harus menjangkau semua  balita  terutama mereka  (Balita) yang diduga stunting. Stunting harus Betul-betul mendapatkan penanganan khusus jika mau angkanya menurun,” ingatnya. 

Olehnya itu, lanjut Sesily,  langkah monitoring  yang dilakukan di Puskemas Namrole dan beberapa Puskesmas dalam wilayah Kota Namrole sebagai bentuk evaluasi.

“Kami berharap  pasca monitoring dan evaluasi, pihak Puskemas  bisa melakukan kerjasama  dengan semua stakeholder   dan   harus  bekerja keras. Katong harus bergandengan tangan untuk potong pele, kas putus stunting di Buru Selatan," ucapnya. 

Terkait koordinasi dengan pemerintah desa dalam upaya penanganan stunting, Sesily mengaku  telah  melakukannya.  

“Kita juga sudah lakukan koordinasid dengan pemerintah desa untuk tetap fokus melakukan kegiatan rutinitas, dalam hubungan  dengan pemberian makanan tambahan, maupaun memperhatikan dengan sungguh Posyandu-Posyandu yang ada di tingkat desa.  Kalau itu dilakukan, " jelasnya. 

Dijelaskan, wilayah geografis  merupakan salah satu kendala yang dihadapi  dalam upaya menurunkan stunting. Apalagi dimusim penghujan atau musim timur seperti saat ini.

“Petugas akan sangat kewalahan untuk melakukan tugasnya terutama untuk daerah–daerah atau desa yang harus dilalui  dengan transportasi laut, dan juga melewati sungai. Itu kendala utamanya,” kuncinya. 

Sementara itu, Muhamad Kasim Solisa, Kepala Puskesmas Namrole mengaperasi sungguh kunjungan yang dilakukan Wakil Bupati Buru Selatan, Gerson Elieser Selsily sekaligus Monitoring dan Evaluasi penanganan stunting di Puskemas Namrole.

“Sebagai  pimpinan Puskemas, saya memberikan apresaisi sungguh atas kunjungan ini. Ini bentuk perhatian pemerintah daerah kepada masyarakat di kabupaten Bursel terutama dalam wilayah Kecamatan Namrole dalam rangka penurunan stunting,” ungkapnya.

Solisa mengaku, ada kekurangan-kekurangan  yang terjadi di Puskemas Namrole dalam  pelayanan kepada masyarakat termasuk dalam upaya penurunan stunting.

“Khusunya untuk kunjungan petugas Puskemas ke Posyandu di tingkatkan desa kita tidak kontinyu. Kedepan kita akan memaksimalakan pertugas untuk kontinyu  melakukan kujungan ke Posyandu dan ini harus dilakukan,” janjinya.

Kondisi wilayah juga, kata Solisa, memengaruhi petugas dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab kunjungan ke desa terutama di Posyandu. Apalagi dengan kondisi cuaca ekstrim seperti saat ini.

“Ini akan menjadi bahan evaluasi untuk kita akan bekerja lebih ekstra untuk melakukan Tugas-tugas dalam rangka menurunkan angka stunting di Buru Selatan ,” tutupnya. (ESI)

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai