NAMROLE,AT-Untuk menurunkan angka stunting dibutuhkan dukungan dan kerjasama semua lintas sektor. Hal ini dikatakan Safitri Malik Soulisa, Bupati Buru Selatan dalam sambutannya saat membuka kegiatan Rembuk Stunting Kabupaten Buru Selatan yang berlangsung di Lantai II Gedung Audiotorium, Senin (31/7).
yang mengusung tema “Gerakan Bersama Menuju Buru Selatan Bebas Stunting.
Bupati perempuan pertama di Maluku itu menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas terselenggaranya Rembuk Stunting Tahun 2023 ini oleh seluruh jajaran di daerah ini .
“Kegiatan yang mengusung tema "Gerakan Bersama Menuju Bursel Bebas Stunting" ini, mudah-mudahan mampu melahirkan solusi terbaik dalam penanganan stunting di seluruh desa dalam wilayah Buru Selatan, " harap dia.
Mantan anggota DPRD Provinsi Maluku ini mengajak semua pihak bisa menguatkan komitmen dalam rangka penanggulangan stunting secara bersama-sama dan terintergrasi.
"Permasalahan stunting di Bursel perlu mendapatkan perhatian yang sangat serius, sebagaimana data dari Dinas Kesehatan Pengendalian Pendidikan dan Keluarga Berencana ( DKPPKB). Karena angka stunting di Bursel masih diatas 40,1 persen, " terang dia.
Dikatakan, penyebab stunting disebabkan akibat asupan nutrisi bagi ibu hamil, ibu menyusui dan anak menyusui setelah menyusui sangat kurang.
"Olehnya itu perlu langkah-langkah penanganan yang konkrit dan strategis," ujarnya.
Stunting, kata Soulisa, dapat dicegah dengan memastikan kesehatan yang baik dan gizi yang cukup pada 1000 hari pertama kehidupan dan intervensi stunting membutuhkan kerjasama lintas program dan lintas sektor.
“Pada saat-saat demikian merupakan waktunya konsentrasi pemenuhuhan gizi atau asupan nutrisi bagi ibu hamil dan bayi,” jelas Bupati.
Selain itu, kata Soulisa, stunting terjadi akibat rendahnya kesadaran masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di Posyandu atau pelayanan kesehatan lainnya, guna memantau status dan perkembangan bumil dan anak.
“Untuk itu perlu intervensi, sehingga persentase prevalensi stunting pada Tahun 2024 sesuai dengan target yang telah ditetapkan oleh Presiden dalam Perpres Nomor 72 tahun 20221 tentang percepatan penurunan stunting bisa tercapai," ujarnya.
Soulisa menyebutkan, terdapat dua komponen penting terkait dukungan percepatan penurunan stunting di Bursel. Pertama, komitmen dalam bekerja sama dan bermitra untuk dapat saling mendukung intervensi penurunan stunting secara intergratif serta memiliki keterukuran target yang jelas. Kedua, peran keluarga yang sangat penting dalam mencegah setiap fase kehidupan, mulai dari janin dalam kandungan, bayi, balita, remaja, menikah, hamil dan seterusnya.
"Saya berharap melalui Rembuk Stunting ini semua jajaran di Bursel dapat bekerjasama Stunting untuk percepatan penurunan Stunting," harapnya.
Dalam kegiatan itu juga dilakukan penandatanganan Komitmen Rembuk Stunting di Kabupaten Buru Selatan yang dilukan bupati Safitri Malik Soulisa, Wakil Bupati Gerson Elieser Selsily, serta sejumlah pejabat lingkup Pemkab Bursel.
Turut hadir dalam acara itu, Wakil Bupati Gerseon Elieser Selsily, Ketua DPRD l, Muhajir Bahta, Sekda Umar Mahulete, Kadis Kesehatan Wa Jeny, Asisten dan Staf Ahli Bupati dan pimpinan OPD, Camat dan para (Pj) Kades dan peserta lainnya.( ESI)
Dapatkan sekarang