Tuhepaly Minta Cabor Silat Masuk Dalam SPOBDA Maluku
Darul Kutny Tuhepalay.
FaizalLestaluhu
07 Jan 2026 16:27 WIT

Tuhepaly Minta Cabor Silat Masuk Dalam SPOBDA Maluku

AMBON,AT-Pencak Silat merupakan cabang olahraga tradisional asli Indonesia. Di Maluku, silat sangat digandrungi oleh semua kalangan, terutama kalangan pelajar. Sayang, cabor silat belum dimasukan kedalam Sentra Pembinaan Olahragawan Berprestasi Daerah (SPOBDA) Maluku (dulu PPLP) 

Menurut Darul Kutny Tuhepalay, Mantan Ketua IPSI Maluku bahwa, sudah saatnya cabor asli Indonesia (pencak silat) itu harus dimasukan dalam program SPOBDA Maluku. 

"Saya kira ini PR bagi Dispora Maluku untuk merealisakannya di tahun ini," tutur Tuhepaly kepada  Ambon Terkini.Id, Rabu (7/12). 

Pria murah senyum ini mengungkapkan, pengusulan untuk memasukan cabor ini ke SPOBDA Maluku, sebenarnya sudah dilakukan sejak beberapa tahun silam. Namun, sampai saat ini belum juga direalisasikan oleh pihak Dispora Maluku. 

"Sebenarnya, kami sudah usulkan beberapa tahun lalu, tapi belum juga direalisasikan, makanya kami berharap hal ini bisa terealisasi di Tahun 2026 ini," pintanya. 

Menurut dia, pihak Dispora harus mengambil keputusan secepatnya sebab pembibitan atlet yang dilakukan oleh perguruan, Pengcab hingga Pengprov IPSI di daerah ini sudah berjalan sesuai dengan harapan.

"Itu artinya, cabor silat layak masuk dalam SPOBDA Maluku, " nilai dia. 

Dikatakan, ada beberapa indikator menurut Tuhepalay sehingga cabor silat layak masuk ke SPOBDA Maluku. Pertama, karena seluruh SPOBDA yang ada di Indonesia, sudah memasukan cabor silat ke dalam SPOBDA. Kedua, silat merupakan cabor asli tanah air, kemudian proses pembinaan atlet di tingkat perguruan maupun pengcab berjalan cukup baik.

"Jangan utamakan cabor impor saja. Sementara cabor asli Indonesia ini dikesampingkan. Ini yang sangat kami sayangkan. Bayangkan saja, Malut maupun Sultra dan daerah lain di Indonesia, sudah memiliki SPOBDA untuk cabor silat, tapi di Maluku tidak ada, " ucapnya.

Tuhepaly juga mengungkapkan, pertimbangan lain yang membuatnya mengusulkan cabor ini masuk SPOBDA, sebab event O2SN, Kejurnas hingga PON, beberapa daerah selalu menurunkan pesilat andalan SPOBDA. Tapi, untuk Maluku tidak ada karena belum memiliki SPOBDA cabor silat.

"Hal inilah yang harus dipertimbangkan oleh para pengambil keputusan yang ada di bilik Dispora Maluku," katanya.

Tuhepaly menambahkan, faktor kegagalan tim silat Maluku di Pra PON, yakni persiapan tim silat saat itu hanya beberapa minggu sebelum Pra PON.

"Nah, bila para pendekar (pesilat) masuk dalam program SPOBDA, maka persiapan bisa lebih matang karena program latihan lebih terarah. Saya berharap, tahun ini cabor silat sudah bisa dimasukan ke dalam SPOBDA Maluku,"  demikian Tuhepaly. (CAL)

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai