AMBON,AT-Partai Amanat Nasional (PAN) Provinsi Maluku merupakan salah satu partai pengusung bakal pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku, Murad Ismail-Michael Wattimena. PAN dan Demokrat, Golkar, PKS, dan PKB tergabung dalam Koalisi Maluku Maju untuk memenangkan Pasangan Murad-Michael (2M) di Pilkada Serentak 27 November 2024 mendatang.
Namun dalam beberapa hari terakhir, berhembus kencang kabar angin bahwa, Presiden terpilih Prabowo Subianto yang juga Ketua Umum Partai Gerindra akan berpihak di Pilkada Maluku. Prabowo dikabarkan memberikan dukungan penuh kepada Hendrik Lewerissa dan Abdullah Vanath, bakal pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Maluku yang diusung koalisi tiga partai politik yakni Gerindra, PPP, dan Perindo.
Dukungan Prabowo dinilai wajar, karena Hendrik merupakan kader sekaligus Ketua DPD Partai Gerindra Maluku. Hendrik juga anggota DPR periode 2019-2024, dan kembali terpilih untuk periode 2024-2029, namun memutuskan mundur karena mencalonkan diri sebagai gubernur Maluku.
Terkait hal tersebut, Sekretaris DPW PAN Maluku, Haeruddin Tuarita, ketika dikonfirmasi media ini, Senin (2/9) kemarin mengatakan, Prabowo pada Kongres PAN beberapa waktu lalu di Jakarta, telah memberi isyarat tentang sikapnya di Pilkada serentak. Saat itu, Prabowo menjalaskan bahwa dalam Pilkada serentak 2024 ini, ada daerah yang satu koalisi dengan Gerindra namun ada juga yang tidak.
"Namun Pak Prabowo bilang itu bukan masalah. Dan beliau menjamin tak akan mengintervensi untuk memenangkan calon tertentu. Bahkan Pak Prabowo bilang kalau berbeda, nggak ada masalah, ya monggo silahkan, nggak ada urusan, nggak ada intervensi saya jamin itu, jadi soal Pilkada tidak terlalu prinsip," paparnya meniru pernyataan Prabowo.
Merujuk pada pernyataan Prabowo tersebut, Haeruddin yakin Presiden Republik Indonesia terpilih itu tidak akan mengintervensi Pilkada termasuk di Provinsi Maluku.
"Kami yang tergabung dalam Koalisi Maluku Maju yang sebagian besar adalah Partai Koalisi Indonesia Maju di pusat, sangat yakin bahwa presiden terpilih tidak akan melakukan intervensi langsung Pilkada 2024 termasuk Pilkada di Maluku," tegasnya.
Haeruddin menambahkan, dirinya berharap ke depan agar tidak lagi ada narasi - narasi politik negatif yang membawa nama presiden terpilih untuk kepentingan tertentu. Sebab hal itu hanya akan merusak citra demokrasi.
"Sebagai bagian dari irisan Koalisi Indonesia Maju di pusat, kita berusaha untuk membangun citra positif tidak ada intervensi demokrasi dari Prabowo Subianto," tutupnya.(Nal)
Dapatkan sekarang