AMBON,AT-Pemerintah Pusat telah mengeluarkan kebijakan untuk pemotongan dana transfer daerah (TKD) guna mengurangi anggaran yang disalurkan ke pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota.
Atas kebijakan tersebut, Kota Ambon pun ikut merasakan dampaknya. Diketahui TKD 2026 seperti Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk Ibukota Maluku itu dipotong 100 persen, sementara DAU dipangkas kurang lebih Rp 163 miliar.
Menyikapi masalah tersebut, anggota DPRD Kota Ambon, William Pieter Mairuhu, mengingatkan kepada masyarakat tentang kondisi TKD Tahun 2026 yang dipotong habis-habisan.
“Memanfaatkan momen Reses Masa Sidang I Tahun 2025/2026 bersama warga Negeri Tawiri, Kamis (4/12), saya telah mengingatkan dan menjelaskan kepada masyarakat tentang kondisi 2026,” jelasnya, Jumat (5/12).
Olehnya itu, Mairuhu mengajak masyarakat mulai mempersiapkan diri menghadapi kebijakan pemerintah pusat yang akan memberlakukan pemotongan dana transfer daerah pada tahun 2026.
Politisi PSI ini mengungkapkan, kondisi ini menuntut pemerintah daerah untuk meningkatkan kemandirian fiskal, mengoptimalkan potensi lokal, dan menjalankan efisiensi anggaran.
“Makanya saat reses di Tawiri kemarin saya mengajak masyarakat untuk hidup lebih mandiri, jangan melampaui kemampuan, tetapi hidup sesuai kebutuhan,”ujarnya.
Mairuhu menegaskan, kebijakan ini juga berdampak pada pendapatan anggota DPRD pun yang ikut dipangkas hingga 50 persen sebagai bentuk penyesuaian situasi fiskal nasional.
“Kondisi ini memang bukan kondisi yang baik, tapi kalau tidak dipotong, pemerintah tidak bisa melaksanakan satu pun kegiatan,”ungkapnya.
Di tengah kondisi tersebut, Mairuhu mengajak masyarakat untuk memperkuat kemandirian ekonomi. Ia menekankan bahwa warga harus lebih kreatif dan berinovasi agar perekonomian tetap berjalan meskipun dukungan anggaran pemerintah berkurang.
“Ciptakan perekonomian, harus kreatif. Bagi yang sudah menjadi pelaku UMKM, ayo lebih semangat. Yang belum, mari mulai dari usaha kecil yang bisa dikerjakan dari rumah,”pesannya.
Mairuhu juga menekankan pentingnya memanfaatkan potensi lokal sebagai sumber penghasilan. Ia mendorong warga untuk mengembangkan usaha seperti kerajinan, kuliner, perdagangan rumahan, hingga jasa berbasis komunitas.
Di sisi lain, Mairuhu mengajak warga untuk tetap bersyukur karena Kota Ambon berhasil meraih peringkat ketiga nasional sebagai Pemerintah Daerah Kota dengan Kinerja Terbaik Penyelenggaraan Jalan dalam ajang Sutami Award 2025 yang digelar Kementerian PUPR.(Nal)
Dapatkan sekarang