NAMROLE,AT-Guna memastikan ketersedian pangan dan berbagai kebutuhan masyarakat menjelang hari-hari besar keagamana seperti Natal dan Tahun Baru, Pemerintah Kabupaten Buru Selatan melali Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melakukan Gerakan Pangan Murah (GPM).
Gerakan Pangan Murah yang dipusatkan di Alun-Alun Kota Namrole ibukota Kabupaten Buru Selatan dibuka Asisten I Sekertaris Daerah (Sekda) Buru Selatan Ridwan Nyio, kemarin.
Bupati Buru Selatan, Safitri Malik Soulisa dalam sambutannya yang dibacakan Nyio mengatakan, kerentangan ekonomi global terhadap dampak El Nino memicu kerugian besar dan Inflasi. Fenomena pemanasan suhu di Samudra Fasifik secara besar telah mengkhawatirkan. Bahkan memperparah secara nilai inflasi bahan makanan dan dampaknya adalah meninggihnya suhu air, mempercepat terjadinya penumpukan awan dan curah hujan yang tinggi.
Sementara, di wilayah Asia Tenggara dan Asia Selatan justeru mengurangi curah hujan dan memicu kekeringan, terjadinya kekeringan pada sektor pertanian dan perkebunan akibat terjadinya pemansan global.
“Perekonomian masyarakat merasakan dampak dari hal itu. Hasil panen buruk, infrastruktur rusak akibat banjir dan bencana, cuaca esktrim begitupun yang dialami oelh sektor-sektor yang lain,” ungkapnya.
Olehnya itu, lanjut Soulisa dalam rangka memastikan ketersedian, keterjangkauan harga barang kebutuahn pokok menghadapi Hari Besar Keagamanan (HKBN) Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 serta pengendalian inflasi maka Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), melakukan Gerakan Pangan Murah diberbagai titik pada enam kecamatan di Bursel.
“Kegiatan ini bertujuan menstabilkan pasokan harga bahan pangan pokok di tingkat produsen dan konsumen serta memberikan kemudahan aksebilitas bagi seluruh masyarakat. Dengan diadakannya Gerakan Pangan Murah dapat membawah manfaat bagi masyarakat di Kabupaten Buru Selatan,” ujarnya.
Selain itu, kata Soulisa, terkait pengendalian inflasi dan Gerakan Pangan Murah (GPM) ini, diprioritaskan dan didahulukan kepada masyarakat yang kurang mampu.
“Dengan kenaikan harga kebutuhan pokok saat ini tentu saja kegiatan ini mambantu meringankan beban mereka, " katanya.
Di akhir pembicaraan, Soulissa berpesan kepada semua untuk tetap berbelanja sesuai kebutuhan. Jangan berlebihan, dan dahulukan masyarakat yang membutuhkan.
"Semoga Gerakan Pangan Murah ini berlangsung tertib, aman dan lancar serta dapat membantu masyarakat untuk memperoleh kebutuhan pangannya, terutama dalam menghadapi hari-hari besar keagamaan nasional,” kuncinya. (Edy)
Dapatkan sekarang