AMBON, AT.--Tim Peneliti BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) yang bernaung di bawah OR Arbastra (Organisasi Riset Arkeologi, Bahasa, dan Sastra) pada Pusat Riset Preservasi Bahasa dan Sastra kembali melakukan riset dokumentasi bahasa Alune di Kabupaten Seram Bagiam Barat.
"Riset tahun ini adalah kelanjutan dari riset tahun pertama, yakni pada 2022 lalu," demikian dijelaskan oleh Dendi Wijaya, S.Pd., M.Hum, ketua tim riset kepada Ambon Ekspres, Rabu (21/6).
"Tahun ini kami berfokus pada variasi linguistik antargenerasi penutur Alune pada tiga daerah pengamatan, yakni Desa Rumberu (Dusun Kawatu) di Kecamatan Inamosol, Desa Lumoli di Kecamaran Seram Barat, dan Desa Riring di Kecamatan Taniwel,”lanjutnya.
Selain Dendi, tim ini beranggotakan Dr. Nuraidar Agus, S.S., M.Hum, Erniati, S.S., M.Si, Asis Kamma, M.Hum., Fida Febriningsih, S.S., serta mitra dari Universitas Pattimura Ambon, yaitu Falantino Eryk Latupapua, S.Pd., M.A.
Penelitian yang berlangsung sejak 2 - 26 Juli 2023 ini bertujuan untuk melihat variasi bahasa Alune yang tersebar di tiga batang sungai (Tala, Eti, dan Sapalewa). Di samping itu, penggunaan bahasa Alune di tiga generasi juga menjadi sorotan untuk melihat apakah remaja Alune masih menguasai bahasa ibu mereka.
Luaran akhir penelitian ini berfokus pada publikasi jurnal internasional pada pengindeks bereputasi, model revitalisasi bahasa Alune, serta bahan ajar untuk memediasi pengajaran bahasa Alune di sekolah-sekolah pada wilayah tersebut.
"Kami merasa disambut dengan sangat baik oleh masyarakat dan pemerintah ketiga desa ini. Semoga hasil penelitian kami ini dapat bermanfaat bagi ilmu pengetahuan serta, secara khusus, dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dan pemangku kepentingan lain untuk tetap merawat dan mendorong vitalitas bahasa Alune sebagai kekayaan budaya di wilayah Kwelw Batai Telu (Tiga Batang Air),”tandas Erniati. (TAB)
Dapatkan sekarang